Krisis Kesehatan di Asmat, 13 Balita Meninggal

Oleh Redaksi arfaknews

10 January 2018 07:01 158 VIew

''Suasana pelayanan kesehatan''

Jayapura- Sebanyak 13 anak berusia di bawah lima tahun atau balita meninggal dunia sepanjang Desember 2017 di Kabupaten Asmat, Papua. Penyebab kematian mereka diduga akibat gizi buruk.

Fakta ini berdasarkan temuan tim Keuskupan Agast di Kampung As dan Kampung Atat, Distrik Pulau Tiga, Asmat. Waktu tempuh dari Agast menuju kedua kampung tiga jam menggunakan kapal cepat.

Uskup Agast Mgr Aloysius Murwito Selasa (9/1) mengungkapkan, tubuh anak yang meninggal kurus dan terdapat bintik-bintik di sekitar tubuh.

“Kondisi para ibu menyusui di Atat juga sangat kurus sehingga besar kemungkinan ASI yang dihasilkan kurang berkualitas,” ujar Aloysius.

Rata-rata warga di sana mengandalkan mata pencaharian dari berkebun sagu, meramu hasil hutan dan menanam sayur-sayuran. Sementara akses kesehatan puskesmas terdekat berada di pusat Distrik Pulau Tiga yang berjarak 1,5 jam perjalanan dari Atat.
Kenyataan yang terjadi hampir di semua wilayah Papua adalah minimnya tenaga dokter umum dan dokter spesialis. Tak hanya itu, fasilitas penunjang puskesmas pun masih jauh dari cukup.

Asmat yang terdiri dari 23 distrik hanya memiliki 16 puskesmas, dan semuanya terletak di pusat distrik. Dari 16 puskesmas itu, hanya terdapat enam dokter yang bertugas. Sisanya tenaga mantri dan perawat. Adapun jumlah kampung di Asmat sebanyak 224.

Berita Terkait