Tolak Kedatangan Kapolri, Jika Otto Ihalauw Tidak Ditahan

Oleh Jems Aisoki

21 January 2018 11:10 1194 VIew

''Ketua Ikatan Mahasiswa Sorong Selatan Timotius Daud Yelimolo''

Manokwari- Elemen mahasiswa di Papua dan Papua Barat mulai angkat bicara terkait masalah penegakan hukum yang terjadi belakangan ini. Kritikan pedas datang dari Presiden Mahasiswa Universitas Papua terpilih, Pilatus Lagoan kepada arfaknews.com, Minggu (21/1). Pilatus menjelaskan bahwa hukum seperti melindungi mafia yang menghabiskan uang negara.

"Ada upaya untuk memutihkan kasus tersangka korupsi Kapal LCT Sorong Selatan yang melibatkan mantan Bupati Sorong Selatan Otto Ihalauw, di tahun anggaran 2007 senilai Rp 4, 5 Miliar yang bersumber dari dana APBD kabupaten Sorong Selatan," jelas Pilatus.

Senada dengan Pilatus, Ketua Ikatan Mahasiswa Sorong Selatan, Timotius Daud Yelimolo menduga ada permainan atau kong kalingkong oleh penegak hukum untuk melindungi tersangka Otto Ihalauw. "Polda Papua Barat masuk angin kah, sehingga tersangka tidak di tahan" tanya Yelimolo, yang juga sebagai Mantan Presiden Mahasiswa Unipa.

"Selama menjabat sebagai Bupati (Otto Ihalauw), tidak ada perubahan signifikan bagi daerah dan meninggalkan luka yang mendalam bagi masyarakat" tuturnya.

Oleh sebab itu, tidak ada dalil yang dijadikan alasan untuk tidak menahan tersangka Otto Ihalauw.

"Kami akan melakukan aksi penolakan kedatangan Kapolri pada tanggal 29 Januari mendatang, dalam rangka peresmian kantor Polda Papua Barat, jika kasus tersebut tidak ada kejelasan" tegasnya.

 


Berita Terkait