Herdy Funche Rumbewas dan Imanuel Mobalen Nahkodai GMNI Papua

Oleh Jems Aisoki

04 February 2018 17:02 1599 VIew

''Konferda III GMNI Se tanah Papua''

Manokwari- Konferensi Daerah III Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ) Se tanah Papua yg digelar di Manokwari tanggal 3-4 Feb 2018 akhirnya memilih Herdy F. Rumbewas sebagai Ketua GMNI Se tanah Papua dan Imanuel Mobalen sebagai Sekretaris.

Sebelumnya, GMNI dipimpin oleh Rhaymond Karubaba, dinyatakan demisioner pada tanggal 4 Februari jam 01.00 WIT. LPJ Rhaymond Karubaba diterima oleh forum Konferda yang dihadiri seluruh pimpinan cabang se tanah Papua.

Melalui penjaringan bakal calon ketua, tercatat ada tiga nama yang bersaing, antara lain Herdy Funche Rumbewas, Femi M.Rahareng, dan Berthy Rahail.

Berdasarkan pantauan arfaknews.com, proses pemilihan yang dilakukan berjalan alot, terutama saat penyampaian visi dan misi para calon kandidat. Bahkan sempat terjadi persaingan yg sengit dalam pemilihan. Namun akhirnya forum menyetujui Herdy Funche Rumbewas terpilih sebagai Ketua baru dengan suara terbanyak.

"Saya akan menghantarkan GMNI Tanah Papua ke masa emasnya. Masa dimana generasi muda Papua menjadi poros perjuangan rakyat semesta," tutur Herdy.

Lebih lanjut Herdy menjelaskan dalam pidatonya, akan melakukan konsolidasi organisasi, penguatan ideologi bagi pengurus dan kader, serta pendistribusian kader. Ini adalah 3 hal penting di masa kepemimpinan saya. Sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan yg berazaskan Marhaenisme, GMNI Tanah Papua akan berbenah menuju Organisasi yg tersusun rapi, profesional dan tetap kritis terhadap kekinian bangsa dan negara secara khusus di tanah Papua.

Land Reform atau Reformasi Agraria yang digagas dalam Konferda III ini menjadi brand tersendiri bagi kepemimpinan saya. "GMNI akan terus mengawal proses Revorma Agraria di Tanah Papua khususnya Prov Papua dan Papua Barat," pungkasnya.

Sengketa kepemilikan tanah antara rakyat dan pemerintah, sengketa kepemilikan tanah antara rakyat dan kaum kapital, antara rakyat dan rakyat. Masalah tapal batas kabupaten dan tapal batas wilayah adat, masalah sengketa tanah marga dan marga.

"Sebab hak kepemilihkan tanah di Papua berbeda dgn hak pemelikan tanah di Jawa, dll. Belum lagi masalah Investasi besar-besaran yg merampas tanah rakyat di Papua. Tanah rakyat harus dikembalikan ke rakyat. Ini Komitmen GMNI Tanah Papua. Kami akan berdiri di garda terdepan untuk menyelamatkan tanah rakyat," tegas Herdy.

Selain masalah agraria, masalah pelanggaran HAM, kemiskinan yang berujung pada masalah kelaparan dan busung lapar di beberapa daerah di tanah Papua dan berbagai kasus korupsi yg terjadi secara terstruktur dan masif di Prov Papua dan Papua Barat menjadi tugas kami untuk menuntaskannya.

"Sebagai organisasi mahasiswa yg berwatak kerakyatan, kami berjanji akan mengawal kasus-kasus ini. Kami akan terus mendesak kepolisian, kejaksaan bahkan KPK utk menuntaskan kasus tersebut," jelasnya.


Berita Terkait