Lima Bulan Layanan Pemerintahan Di Moskona Barat Nihil

Oleh Wawan Gunawan

06 February 2018 12:03 1275 VIew

''Kondisi Kantor Distrik Moskona Barat, Setahun ditinggal Kepala Distrik dan Staf, tanpa ada layanan pemerintahan ''

Bintuni - Masyarakat Distrik Moskona Barat mendesak Bupati Kabupaten Teluk Bintuni segera mengambil tindakan tegas terhadap kepala Distrik Moskona Barat Barat beserta stafnya, karena mangkir dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya selama lima bulan.

Tokoh Pemuda Moskona Barat Eduard Orocomna, Selasa (6/2), mengungkapkan, sejak dilantik pada Oktober 2017 lalu hingga kini, Kepala Distrik Moskona Barat Lazarus Patiran tidak pernah melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan di daerah itu.

''Semenjak di lantik bulan Oktober 2017, sampai saat ini, Lasarus Patiran selaku kepala Distrik tidak berada di tempat tugas. Sehingga membuat masyarakat kecewa bila hendak mengurus segala keperluan yang menyangkut administrasi negara,'' terang Eduard via telephone.

Eduard mengaku, dirinya bersama masyarakat Distrik Moskona Barat sangat kecewa dengan sikap Kepala Distrik yang dinilainya tidak mampu memberikan layanan pemerintahan secara optimal.

''Bagaimana masyarakat mau tertib administrasi jika petugas Distriknya saja tidak berada di tempat. Bukan hanya itu saja, masyarakat juga kesulitan untuk keperluan lainya,'' imbuhnya.

Dia berharap Kepala Distrik beserta stafnya segera kembali melakaanakan tugas pemerintahan di daerah tersebut. sehingga masyarakat 14 kampung di Distrik Moskona Barat dapat menikmati layanan administrasi.

''Kami berharap bapak Kepala Distrik berserta stafnya agar secepatnya berada di tempat tugas untuk melayani masyarakat, kasihanilah kami di Distrik Moskona Barat ini,'' pungkasnya.

Distrik Moskona Barat merupakan satu dari 24 Distrik Di Kabupaten Teluk Bintuni yang terdiri dari empat kampung induk dan 10 kampung pemekaran. meskipun akses jalan telah dibangun, namun Distrik ini masih dikategorikan daerah terpencil di Papua Barat.

Pasalnya, akses jalan yang dibangun pemerintah masih belum diaspal. sepanjag ruas jalan masih dipenuhi lumpur. bila menggunakan kendaraan WD waktu tempuh bisa mencapai sembilan jam, akses lainnya bisa mengunakan pesawat Susi Air dengan jarak tempuh 45 menit.


Berita Terkait