Jonan Resmikan Bandara Werur dan PLTMH Warabiai

Oleh Redaksi arfaknews

13 February 2018 07:01 384 VIew

''Menteri ESDM Ignatius Jonan tiba di Tambrauw''

Tambrauw- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengunjungi Provinsi Papua Barat. Ada tiga agenda utama Jonan di sana, salah satunya meresmikan Bandara Werur dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Warabiai Sausapor. Keduanya berada di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Jonan tiba di Bandara Werur pada pukul 10.30 waktu setempat dengan menggunakan maskapai Susi Air dari Bandara Domine Eduard Osok, Sorong. Turut menemani Jonan, Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi ESDM Rida Mulyana serta perwakilan dari Komisi VII DPR.

Di Bandara Werur, Jonan disambut langsung Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan serta Bupati Tambrauw Gabriel Asem. Tarian adat dan ucapan selamat datang dari masyarakat sekitar mengiringi kedatangan Jonan.

Usai penyambutan, Jonan masuk ke dalam ruang VVIP Bandara Werur. Bupati Tambrauw, Gabriel Asem, memberikan pemaparan singkat mengenai infrastruktur Bandara Werur yang murni dari dana APBD.

Setelah itu, Jonan langsung menuju PLTMH Warabiai Sausapor. Lokasinya kira-kira 50 menit via jalur darat dari Bandara Werur. Di lokasi, Jonan diminta menggunting pita tanda peresmian proyek PLTMH Warabiai dan Bandara Werur yang sepenuhnya dibangun langsung oleh Pemerintah Kabupaten Tambrauw.

Bupati Tambrauw Gabriel Asem menjelaskan PLTMH Warabiai Sausapor yang berlokasi di Desa Jokte Kecamatan Sausapor, Kabupaten Tambrauw, kapasitasnya mencapai 1,6 MW (2 x 800 kW). PLTMH terhubung dengan jaringan PLN (On Grid) dan mensuplai listrik utama ke PLN.

Pembangunan PLTMH dimulai pada tahun 2013-2015, dan dilakukan uji coba pengoperasian pada awal tahun 2016. Pembangunan menggunakan dana APBD Kabupaten Tambrauw sebesar Rp 50 miliar.

PLTMH Warabiai Sausapor telah beroperasi melayani beban secara bergantian dengan PLTD milik PLN berkapasitas 250 kW. Saat ini, beban puncak Distrik Sausapor mencapai 170 kW, dilayani oleh PLTD pada pukul 18.00-06.00 WIT dan PLTM Warabiai pada pukul 08.00-12.00 WIT dan pukul 14.00-17.00 WIT. Adapun pengelola PLTM tersebut adalah Perusda PT Tambrauw Bersinar Abadi.

"PLTMH ini dibangun untuk listrik masyarakat dan pemerintah mengingat (produksi) listrik dari mesin generator yang perlu biaya besar," kata dia di lokasi, Selasa (13/2).

Sedangkan mengenai Bandara Werur, Gabriel mengatakan bandara ini merupakan bandara peninggalan sekutu pada Perang Dunia ke II tahun 1942. Bandara Werur kembali dibangun pada tahun 2012 dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Tambrauw sebesar Rp 15 miliar.

Pembangunan dilanjutkan lagi pada tahun 2013 dengan menggunakan dana APBN Kementerian Perhubungan. Total panjang landasan (runway) bandara ini adalah 1.400 meter, sedangkan lebarnya 30 meter.

"Sejak 15 April 2017 sudah ada satu kali penerbangan dalam seminggu yang dilayani Susi Air," ujarnya.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengapresiasi penggunaan APBD Kabupaten Tambrauw untuk sektor infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat. Jonan kemudian menekan tombol tanda dia secara resmi meresmikan kedua proyek tersebut.

"Saya ditugaskan Bapak Presiden (Joko Widodo) meresmikan PLTMH Warabiai Sausapor dan juga Bandara Werur. Pembangunan memang memakan waktu yang lama, tapi saya apresiasi apalagi alokasi APBD dilakukan untuk yang bermanfaat. Atas nama Bapak Presiden, saya resmikan Bandara Werur dan PLTMH Warabiai Sausapor," ucap Jonan.

Berita Terkait