Panen Raya Ikan Air Tawar Dilakukan di Manokwari

Oleh Dessy Kumendong

27 February 2018 07:01 723 VIew

''Panen raya ikan air tawar''

Manokwari- Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan bersama beberapa Kepala OPD dan kelompok budidaya ikan di Distrik Masni melakukan panen ikan mujair dan lele di Kampung Bowsubur, Distrik Masni. Selasa(27/2).

Bupati mengatakan, pelaksanaan panen raya ikan melalui program pengembangan sarana dan prasarana perikanan dan tangkap dan budidaya yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus reguler tahun 2017 melalui dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Manokwari ini memberikan hasil yang memuaskan, dan ini merupakan salah satu bentuk pengembangan ekonomi kreatif yang diharapkan dapat menunjang perekonomian masyarakat.

"Berkaitan dengan pengembangan ikan secara lokal, merasa bangga dan menyambut baik serta meminta agar dalam pengelolahan ikan lokal khususnya ikan air tawar dapat ditangani secara baik dan wajib diusahakan multi guna keseluruhan usaha pegembangan ikan ini," ujarnya.

Demas mencontohkan, dengan memanfaatkan lahan pertanian yang ada. Selain itu air tambak lele atau nila juga bisa dipergunakan untuk pupuk lada.

"Pengembangan budidaya ikan, bukan hanya ada di Distrik Masni tetapi dapat dicontoh oleh warga masyarakat lainnya lebih khusus yang berada di Kabupaten Manokwari, sehingga mampu meningkatkan produktifitas warga sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup sendiri. pengembangan usaha kreatif serta mampu bersaing dalam pemenuhan kebutuhan pasar lokal terkait permintaan ikan khususnya mujair dan lele," pintanya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Manokwari, Alberth Simatupang mengatakan, Panen raya ikan lele maupun mujair kali ini secara keseluruhan mampu memberikan keuntungan sebesar Rp368.250.000 bagi kelompok tani budidaya ikan.

Simatupang menjelaskan, untuk ikan lele yang ditabur sebanyak 13.000 ekor dengan tingkat kematian berkisar 10%, maka panen untuk ikan lele diperkirakan sebanyak 11.700 ekor dengan berat total 2.340 Kg. Jika dihitung harga penjualan ikan lele untuk 1 Kg dihargai Rp50.000, maka total keuntungan yang didapat sebesarĀ  Rp117.000.000, dimana masa pemeliharaan ikan berkisar 4-5 bulan.

Sementara untuk ikan mujair, yang ditebar sebanyak 25.000 ekor, dan yang dipanen sebanyak 22.500 ekor dengan total 5.625 Kg dengan asumsi harga Rp50.000 per kilo, maka nilai penjualan berada pada kisaran Rp251.250.000.

Simatupang juga menambahkan, berkaitan dengan pemasaran hasil panen ikan, tidak ada kendala oleh karena peminat untuk jenis ikan air tawar, baik lele maupun mujair sangat tinggi. "Bahkan ada pembeli yang sanggup membeli 150 Kg dalam seminggu," jelasnya.

Simatupang berharap, hasil yang baru saja dicapai, dapat terus diupayakan dan dikembangkan oleh masyarakat, atau kelompok tani budidaya ikan, menginggat panen kali ini bagian dari bantuan atau hibah dari Pemerintah. "Saya berharap kepada setiap kelompok tani budidaya ikan, agar terus berupaya dan mengembangkan usaha yang ada demi kesejahteraan kita semua, " pungkasnya.

Berita Terkait