Kementerian PPPA Mengutuk Keras Pelaku Pembunuhan Gadis Cilik Di Manokwari

Oleh Putra Aryanto

02 March 2018 07:01 466 VIew

''Menteri PPPA Yohana Yembise (tengah), mengutuk keras peristiwa pembunuhan dan percobaan pencabulan gadis cilik (11 th) di Manokwari, Papua Barat.''

Manokwari ( arfaknews.com ) - Kasus pembunuhan keji yang menimpa SR bocah (11) tahun kelas lima Sekolah Dasar di Kota Manokwari, menjadi sorotan Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan perlindungan anak ( PPPA ). Menteri PPPA, Yohana Yembise saat di konfirmasi melalui Sekretaris Menteri PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menyesalkan pembunuhan keji tersebut.

Ia mengutuk keras peristiwa pembunuhan keji yang masih saja terjadi di Manokwari. terlebih, pembunuhan disertai percobaan pencabulan itu terjadi pada anak-anak yang tidak berdosa.

"Ibu Menteri merasa terpukul dan menangis, setelah mendengar kabar pembunuhan yang merengggut nyawa anak tidak berdosa ini, dari kementerian mengutuk keras pelaku pembunuhan. Kenapa masih saja terjadi di Manokwari, apalagi yang menjadi korban ini adalah anak anak ". Tutur Pribudiarta kepada arfaknews.com, melalui sambungan telepon, Jumat (2/3).

Dia berharap, pelaku dapat segera di tangkap dan di proses dengan hukuman yang setimpal, dan kepada masyarakat agar dapat membantu menginformasikan kepada pihak Kepolisian jika ada hal hal yang dianggap mencurigakan.

"Kami mengajak pula kepada semua pihak agar bersama sama mempunyai komitmen untuk melindungi perempuan dan anak, agar kejadian ini tidak terulang kembali ". tambahnya.

Seperti di ketahui gadis belia 11 tahun yang ditemukan tidak bernyawa akibat dibunuh orang tidak dikenal di dekat rumahnya, Kamis kemarin, dikenal sebagai anak yang baik, sopan dan ceria di lingkungan sekolahnya di SD Inpres 42 Taman Ria Wosi.

Siswa kelas 5 B itu ditemukan tidak bernyawa dalam kondisi mengenaskan dengan luka di bagian kepala, lebam di hampir sekujur tubuh, serta mengalami patah tulang lengan.

Kementerian PPPA mengajak orang tua lainnya agar lebih waspada dalam mengawasi anak anaknya dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

"Kami mengajak semua orang tua agar pengawasan terhadap anak anak dapat lebih di tingkatkan agar kedepannya hal ini tidak terulang kembali ". tutupnya.

Berita Terkait