Manokwari Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional Biodiversity 2018

Oleh Putra Aryanto

07 March 2018 21:12 2345 VIew

''Ketua Tim Kerja ICBE Tanah Papua Tahun 2018 Profesor Charlie Heatubun (tengah).''

Manokwari, ( arfaknews.com ) - Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama Mitra Pembangunan di Tanah Papua menggelar Peluncuran Persiapan Pelaksanaan “International Conference on Biodiversity, Ecotourism and Creative Economy (ICBE) di Tanah Papua 2018 di Manokwari.

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Daerah (Balitbangda) Provinsi Papua Barat Profesor Charlie Heatubun mengatakan, konferensi ini merupaka penerapan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menjadikan perlindungan keanekaragaman hayati sebagai salah satu tujuan utamannya.

Kegiatan Konferensi internasional Biodiversity, ecotourism dan ekonomi kreatif ini kata Charlie yang juga merupakan ketua Tim Kerja ICBE, sekaligus Guru Besar Fakultas Kehutanan UNIPA Manokwari bakal dihadiri oleh 750 orang anggota kongres dari dalam dan Luar Negeri.

”Kegiatan ini merupakan salah satu usaha untuk memberikan peran dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Papua dalam kegiatan pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya alam di Tanah Papua,'' kata Charlie pada peluncuran persiapan pelaksanaan ICBE tahun 2018 dan peluncuran Website resmi ICBE 2018. www.papuabarat-ICBE2018.org

ICBE 2018, lanjut Charlie, merupakan terobosan dari pelaksanaan Agenda 2030 Pembangunan Berkelanjutan (Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development) oleh Perserikatan Bangsa-bangsa yang berisi 17 tujuan (goals) dan 169 sasaran (targets).

Dimana keanekargaman hayati mendapat perhatian serius terutama pada tujuan 14 dan 15. Sebagai bagian dari masyarakat global yang telah bersama-sama berkomitmen untuk mengelola dan melestarikan keanekaragaman hayati demi kesejahteraan umat manusia.

”Kami kini mengarah pada pembentukan provinsi konservasi yang mengedepankan perlindungan keanekaragaman hayati dalam pembangunan,” kata Charlie.

Serangkaian kegiatan bakal digelar, yakni seminar ilmiah, pameran, serta festival budaya dan kuliner lokal. Peserta konferensi ditargetkan 750 orang dari dalam dan luar negeri.

”Hasil seminar diharapkan memberi rekomendasi akademik kompensasi fiskal jika Papua Barat jadi provinsi konservasi,” tambahnya.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam sambutannya menyebutkan, keberhasilan ICBE akan jadi tolak ukur sejauh mana Papua Barat mengikuti perkembangan dan mengalami kemajuan pembangunan.

Selain itu, ICBE jadi momentum membangun komitmen untuk memberi peran sentral masyarakat lokal dalam pelestarian alam dan pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan.

”Warga Papua miskin relatif karena tak punya uang, tetapi punya cadangan sumber daya alam. Konservasi untuk jaga warisan bagi generasi masa depan,” tutupnya.


Berita Terkait