Peringati 56 Tahun YPK, Gubernur Papua Barat Kenang Masa Sekolah

Oleh Putra Aryanto

08 March 2018 07:01 531 VIew

''Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan''

Manokwari ( arfaknews.com ) - Hadirnya Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di Tanah Papua sejak 56 tahun silam, memberikan warna tersendiri dalam mendukung visi pendidikan Nasional, khususnya pendidikan bagi putra-putri Papua.

Perjalanan panjang yayasan ini telah menorehkan sejarah, banyak putra-putri Papua yang kini menduduki jabatan strategis di birokrasi, legislatif, yudikatif, TNI, Polri dan akademisi serta wiraswasta merupakan jebolan sekolah yang bernaung dibawah yayasan ini.

Adalah Dominggus Mandacan, Salah satu jebolan sekolah YPK yang pernah menjabat Bupati Manokwari selama dua periode, Carateker Bupati Pegunungan Arfak dan kini menjabat sebagai Gubernur Papua Barat.

Domingus Mandacan bukan satu-satunya putra Papua yang pernah digembleng di sekolah YPK, masih banyak para pejabat birokrasi, politisi, akademisi, dan wirausahawan serta ragam profesi lainnya yang dicapai putra-putri papua dari sekolah ini.

"Dulu saat itu, kita takut sama guru, karena guru guru jaman itu, mereka sangat disiplin dalam mengajar," kenang Dominggus Mandacan saat menyampaikan sambutan memperingati HUT YPK ke-56 tahun di Tanah Papua yang digelar di SMP YPK Imanuel Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur, Kamis (8/3).

Dominggus mengisahkan, sekitar 46 tahun silam, kala itu YPK belum memiliki fasilitas gedung senyaman sekarang, dimana untuk melaksanakan proses belajar mengajar, pihak yayasan masih harus numpang ruangan salah satu gereja.

"Meskipun harus menggunakan bangunan gereja sebagai ruang kelas, tak menyurutkan semangat para guru untuk tetap melaksanakan tugas mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat UUD 1945.

"Dulu dengan sekarang itu berbeda, dulu itu waktu kami bersekolah, setiap Sabtu dan Minggu bersama dengan teman teman mengeluarkan kursi yang terbuat dari kayu besi waktu itu untuk di gunakan ibadah, dan pada hari minggu sorenya kami angkat lagi kursi yang berat berat itu ke dalam sekolah,'' kisahnya, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar YPK Fanindi, Manokwari Barat.

Menurutnya, salah satu budaya pendidikan yang terasa kental dan melekat pada dirinya selama mengenyam pendidikan di SD YPK dan berhasil membentuk karakter dirinya adalah budaya disiplin yang ditanamkan sejak dini dan telah menjadi ciri khas sekolah yayasan ini.

Kala itu, lanjut Dominggus mengisahkan, sikap disiplin, budi pekerti dan sopan santun menjadi hal wajib yang harus ditaati dan dilaksanakan dalam dunia pendidikan maupun dilingkungan sosial. namun, kini sikap disiplin, budi pekerti dan sopan santun, dinilainya mulai luntur tergerus zaman.

Dia berharap melalui peringatan HUT YPK kali ini, menjadi refleksi bersama insan pendidikan dan seluruh elemen masyarakat, bersatu memajukan pendidikan di tanah papua sesuai UUD 1945.

Berita Terkait