Pelaku Pembunuhan Wanita Di Fakfak Dibekuk Polisi Di Sorong

Oleh Wahyu

10 March 2018 07:01 3054 VIew

''iIlustrasi kasus pembunuhan di Fakfak''

Fakfak,arfaknews - Anggota Reskrim Polres Fakfak, berhasil membekuk pelaku utama pembunuhan seorang wanita dengan korbannya bernama Maria Rudiana Anggrianto alias Aci Doang, terjadi di kompleks Pintu Kubur, Jalan Poros Fakfak – Kokas, Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Jumat (2/3)  lalu, berinisial NK ( 22 tahun ).

Korban ditemukan warga sudah tak bernyawa, dalam kondisi mengenaskan, dimana kepala korban terpisah dari tubuhnya, sedangkan darah korban menempel ke dinding dan menggenangi lantai rumah korban dalam keadaan darah sudah mongering.

Dari pengakuan NK, Ia membunuh korban disaat korban sedang tidur di ruang tamu dengan menggunakan sebilah parang yang diambilnya dari rumah adik kandung korban berinisial NA (tersangka),

kemudian pelaku menghabisi hidup korban dengan cara mencekik dan menebas leher korban, sehingga kepala korban terputus dan terpisah dari badannya,

Dijelaskan pula, waktu itu dirinya diberi uang dua juta oleh NA, bahkan dijanjikan imbalan tambahan, jika lahan yang merek persengketakan laku terjual, ujar NK

Masa pelariannya selama sepekan, di Aimas Sorong, polisi kemudian membawa NK dari Bandara DEO di Kota Sorong, menuju ke Kabupaten Fakfak, menggunakan pesawat komersil, kemudian pelaku lalu dibawa ke Polres Manokwari untuk di mintai keterangnnya.

Perbuatannya untuk menghabisi korban, atas perintah dua saudara kandung korban berinisial, NA dan AN dan dua sepupu korban berinisial JL dan MK.  

Kapolres Fakfak, AKBP Deddy Faury Millewa, ketika dalam press rilisnya di mapolres Fakfak, menjelaskan dalam press realise,  pembunuhan ini berlatar belakang penguasaan harta warisan, bahkan salah satu obyek warisan yang menjadi sengketa tersebut, merupakan lahan tanah yang saat ini berdiri Kantor Polsek Fakfak Kota, ujarnya

Sementara itu, NA disebut polisi sebagai otak persekongkolan pembunuhan tersebut, saat ini tengah sakit dan dirawat di RSUD Fakfak dengan kawalan ketat polisi.

Atas perbuatannya ke lima tersangka, terancam di jerat pasal berlapis yakni pasal 338 dan 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Berita Terkait