Literasi Kelas Awal 20 Sekolah Pingiran Diperkuat, Fasilitas Penunjang Guru Masih Minim

Oleh Dessy Kumendong

21 March 2018 10:03 1700 VIew

''Literasi kelas awal yang dilakukan pada salah satu sekolah pinggiran di Manokwari. Ditemukan minimnya fasilitas penunjang bagi guru ''

Manokwari, arfaknews.com – Tiga sekolah di Distrik Manokwari Utara, Rabu (21/3), mendapat kunjungan bertajuk In House Training. Hal ini ditujukan untuk memperkuat literasi kelas awal, yakni kelas 1 hingga kelas 3 SD di daerah pinggiran dan terpencil.

 Program ini merupakan kerja sama antara Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, bersama DFAT, UNICEF serta mitra bersama Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Keuskupan Manokwari-Sorong (KMS) wilayah Manokwari.

Sekolah Dasar YPPK Santo Antonius Meyes, SD Inpres 62 Asai dan SD Inpres 57 Warbefor, merupakan sekolah yang dikunjungi Ketua PSW YPPK Keuskupan Manokwari Sorong, Yohanes Bambang Supraptono dan Finance Officer YPPK  KMS-UNICEF, Junita Stemicima Iba dan Kasubag Pengumpulan Informasi dan Pemberitaan Humas Pemkab Manokwari, Yohanes Ada Lebang.

Tak hanya 3 sekolah tersebut, program ini sejatinya berlaku untuk 20 sekolah di daerah pinggiran dan terpencil yang tersebar di Manokwari. Tujuan kegiatan tak lain untuk menambah pengetahuan dan keterampilan kepala sekolah dan guru.

Dari hasil monitoring sementara, tim menemukan minimnya fasilitas penunjang keterampilan dan sumber pengetahuan bagi guru, diantaranya, komputer/internet, televisi, infokus, buku mata pelajaran maupun buku siswa. Pasalnya, prinsip literasi khusus dinilai harus menjadi perhatian pada kelas awal.

Program literasi yang baik bersifat berimbang dan berlangsun pada semua area kurikulum dengan fokus pada membaca dan menulis, diskusi dan strategi bahasa lisan. Termasuk, pentingnya bagaimana mengajarkan pentingnya pemahaman akan keberagaman di dalam kelas dan sekolah.

Diharapkan nantinya program ini meningkatkan kemampuan dan ketrampilan guru dalam pengajaran literasi, khususnya ketrampilan fonik, pemahaman menulis serta menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Selain itu, mampu menjadi acuan peningkatan pendidikan di Manokwari.

Ketua PSW YPPK Keuskupan Manokwari-Sorong Wilayah Manokwari, Yohanes Bambang Supraptono, mengatakan, Unicef menunjukan partisipasi da dukungan selama pendampingan dalam kurun waktu 3 tahun.

Dicontohkan, SD YPPK Santo Atonius Meyes, tahun ini mendapat bantuan pembangunan 3 ruang kelas oleh Bank Mega, pembangunan 3 unit MCK oleh umat Katolik Surabaya serta pengaspalan jalan masuk menuju sekolah berdasarkan hasil Musrenbang kampung.

Selain itu, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manokwari, telah membangunan beberapa ruang kelas di daerah pinggiran dan terpencil. Termasuk mengganti kepala sekolah yang dianggap tidak bekerja ditempat tugas maupun penambahan tenaga pengajar.


Berita Terkait