Pertanyakan Promosi Jabatan, ASN Protes Kebijakan Bupati Manokwari

Oleh James Aisoki

26 March 2018 07:01 1235 VIew

''Beberapa ASN Manokwari saat memprotes kebijakan Bupati pada apel pagi''

Manokwari, arfaknews.com – Sejumlah ASN melakukan aksi spontan saat apel pagi, Senin (26/3) di halaman Kantor Bupati, Sogun Manokwari. Hal ini berlansung usai arahan yang disampaikan Sekretaris Daerah, F.M Lalenoh.

Mereka mempertanyakan kebijakan Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, terkait aturan serta kode etik ASN Lingkup Pemkab Manokwari, yang dinilai menyimpang.

Beberapa ASN yang mempertanyakan kebijakan ditengah lapangan apel diantaranya, mantan Kapala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, mantan Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan, mantan Kapala Bagian Perekonomian Daerah serta mantan Lurah Amban.

Menurut Wempi Mandacan, ia bersama sekira 200 ASN lain, merasa dirugikan akibat penerapan kebijakan bupati yang dinilai melenceng jauh dari aturan ASN di Manokwari.

“Suatu kebijakan demosi terjadi apabila pejabat yang bersangkutan telah melanggar aturan ASN tertentu atau melakukan tindakan KKN, sehingga diturunkan dari jabatan (non job). Apakah Saya melanggar aturan ASN sehingga kebijakan demosi berlaku ?. Juga terhadap beberapa ASN lain ? ,” tanya Wempi yang sebelumnya menjabat sebagai mantan Kabag Perekonomian Daerah ini.

Ia dan sejumlah ASN lain berharap bupati meninjau kembali kebijakan rotasi ASN, demosi dan promosi jabatan, sesuai aturan ASN.

Selain itu, Wempi menegaskan keberadaan UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, mengisyaratkan pemberdayaan dan melindungi hak-hak Orang Asli Papua.

Sekda F.M Lalenoh mengapreasiasi usulan tersebut dan bersedia memfasilitasi agar mereka bertemu dengan Bupati Manokwari.

“Saya akan memfasilitasi agar saudara-saudara dapat beraudience dengan bupati,” bebernya

Berita Terkait