Serve, Aplikasi Pariwisata yang Patut Dicoba di Raja Ampat

Oleh James Aisoki

27 March 2018 07:01 665 VIew

''Marlon Artur Huwae, koordinator Alumni Australia Awards Indonesia Papua Barat ''

Manokwari, arfaknews.com - Tim Alumni Australia Awards Indonesia, berhasil menciptakan aplikasi tata kelola pemerintahan pariwisata berbasis android. Aplikasi ini dibuat khusus untuk masyarakat di Kabupaten Raja Ampat dalam mengelola pariwisata.

Marlon Artur Huwae, yang juga sebagai Kordinator Alumni Australia Awards Indonesia Papua Barat, menjelaskan aplikasi tersebut mampu menghitung performa tata kelola pemerintahan pariwisata, terutama di Raja Ampat.

Aplikasi bernama ‘Serve’ ini terdaftar di play store dan mampu memberi akses bagi pelaku pariwisata, pebisnis, pemerintah, masyarakat dan pemerhati pariwisata.

“Orang bisa menilai ‘directive capacity’ (kapasitas mengarahkan) dan ‘directive effectivenes’ (efektifitas mengarahkan) yang merupakan elemen utama pembentuk tata kelola pemerintahan,” demikian rilisnya kepada arfaknews.com, Selasa (27/3).

Melalui feature ‘Lapor’, aplikasi mampu menerima umpan balik dari masyarakat, pelaku pariwsata, pebisnis dan turis sekali pun terkait pengelolaan sampah dan kerusakan lingkungan di Raja Ampat.

“Aplikasi ini bahkan mampu menghitung kepuasan pengunjung di Raja Ampat. Dikerjakan sejak Maret 2017 hingga bulan ini, akhirnya rencana launching akan digelar tanggal 30 Maret nanti,” terangnya.

Marlon mengaku pembuatan aplikasi ini dibiayai pemerintah Australia melalui Alumni Grant schema beasiswa yang dikelola Australia Awards Indonesia. Ini juga didukung Pemkab Raja Ampat dan Universitas Papua.

Marlon sendiri mengikuti pelatihan melalui ‘Sustainable Tourism and Regional Development II’ Tahun 2015  di Griffith University, Australia, universitas terbaik kedua di bidang pariwisata. Marlon dan rekan-rekannya dibimbing pakar tata kelola pemerintahan dan pariwisata, Prof. Noel Scott dan Prof. Bill Carter.

“Melalui bimbingan inilah sangat bermanfaat dalam membangun aplikasi tata kelola pemerintahan parawisata,” pungkasnya.

Berita Terkait