Tahun Ini Pemkab Manokwari Lunasi Ganti Rugi Tanah Rp.3 M Lebih

Oleh James Aisoki

14 April 2018 07:01 431 VIew

''Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, Wakil Bupati Edy Budoyo serta Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, SIK, saat pembayaran ganti rugi sejumlah lokasi di Manokwari''

Manokwari, arfaknews.com – Selain membayar lokasi tanah pelebaran Bandara Rendani, Pemkab Manokwari juga membayar sejumlah lokasi sentra industri. Meski demikian, hal ini harus dilakukan demi memperlancar pembangunan daerah.

Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, membenarkan pembayaran ganti rugi tanah oleh pemerintah daeah, merupakan upaya untuk membangun fasilitas publik.

Tahun ini, Pemkab Manokwari membayar beberapa item, diantaranya, perumahan dinas sekitar Polsek Kawasan Bandara Rendani, lokasi sentra industri (tahap akhir), tanah relokasi pembangunan rumah dampak perpanjangan Bandara Rendani, pengadaan tanah SMP Soribo, tanah SD dan SMP satu atap Aipiri dan pelepasan tanah lokasi bak air di Reremi Puncak.

Total anggaran untuk membayar sejumlah item ganti rugi tersebut berjumlah Rp.3 Miliar lebih. Demas berharap kelak tak ada masalah yang muncul setelah pembayaran ini.

“Jangan lagi ada palang-memalang di lokasi yang sudah kami bayar,” tegasnya, Jumat (13/4) di ruang Sasana Karya Kantor Bupati Manokwari.

Kepala Bagian Pertanahan Setda Kabupaten Manokwari, Ilham Malik, SH, MM, merincikan, perumahan dinas sekitar lokasi Polsek Bandara Rp.1,6 Miliar dan lokasi sentra industri Rp.2,5 Milyar. Tetapi tahun ini lokasi sentra industri dibayar Rp.500 Juta, karena sebelumnya sudah dilunasi Rp.2 Miliar.

Hal ini juga sama dengan lokasi bak air di Reremi Puncak, dengan membayar Rp.400 Juta, setelah sebelumnya dibayar Rp.100 Juta dari total pelepasan Rp.500 Juta.

“Untuk relokasi warga yang terkenda dampak pelebaran bandara di Soribo, dibayar Rp.3,750 Miliar. Tahun lalu dibayar Rp.1 M, tahun ini dibayar Rp. 1 Milyar juga, sisanya Rp.1.750 Miliar,” jelasnya.
selain itu, Pemkab Manokwrai juga melunasi ganti rugi tanah SMP Soribo, Rp. 9000 Juta lebih dan ganti rugi tanah SD dan SMP satu atap Aipiri. Sedangkan, ganti rugi 16 rumah sekitar Polsek Bandara, dibayar Rp. 100 juta/kepala keluarga.

 

Berita Terkait