Maksimalkan Pengawasan Anggaran, Pemprov Siapkan Kolaborasi e-Planing dan e-Budgeting

Oleh Putra Aryanto dan Charles Maniani

16 April 2018 13:03 902 VIew

''Kepala Inspektorat Papua Barat, Sugiono''

Manokwari, arfaknews.com – Salah satu program Presiden Republik Indonesia, Ir. H Joko Widodo, adalah pentingnya memanfaatkan teknologi informasi dan e-Government, sebagai solusi untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja serta akuntabilitas pemerintahan.

Penggunaan aplikasi e-Budgeting dan e-Planing di semua instansi pemerintahan daerah, juga akan dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Kepala Inspektorat Pemprov Papua Barat, Sugiono, mengatakan, kedua aplikasi ini akan digunakan untuk mengawasi penggunaan dana bantuan, juga untuk membatasi  penyalagunanan dana, penyalagunaan hak wewenang dan tindak pidana korupsi.

“Aplikasi yang digunakan nanti, yang penting mudah digunakan, efektif, efisien dan ekeonomis.

Salah satu keunggulan e-planning dan e-bugdeting adalah menolak secara otomatis jika ada usulan anggaran baru yang masuk.

“Secara otomatis akan terkunci dan tidak bisa digunakan sewaktu-waktu, jadi harus direncanakan dulu,” bebernya, Senin (16/4) di Manokwari.

Menurutnya, kehadiran aplikasi ini akan membantu meringankan kinerja pengawasan terhadap anggaran. Saat ini baru Provinsi Sumatera Utara yang sudah menggunakan aplikasi tersebut, termasuk BPKP.

Sesuai data yang di himpun arfaknews.com, aplikasi ini dibangun secara komprehensif dan menyeluruh, mulai proses perencanaan dengan modul-modul RPJMD, Musrenbang, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Renja SKPD, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), serta proses penganggaran, dengan modul-modul untuk penyusunan RKA.

“Ini bagus, supaya kita bisa tidur tenang. Artinya, kita merasa tenang jika aplikasi ini berjalan nantinya,” terangnya sembari menambahkan penggunaan aplikasi akan dilakukan tahun ini.


Berita Terkait