BKAG Sebut Ada Oknum Aparat Bekingi Miras di Manokwari

Oleh Charles Maniani

17 April 2018 07:01 844 VIew

''Sekertaris II Badan Kerja sama Antar Gereja (BKAG), Pdt. Pityhein Maniani,''

Manokwari, arfaknews.com - Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Papua Barat, ikut angkat suara terkait penangkapan ribuan botol Minuman Keras ilegal belum lama ini oleh tim gabungan TNI/Polri dan Beacukai.

BKAG meminta Kapolda Papua Barat dan Pangdam XVIII Kasuari, memeriksa oknum anggota yang diduga kuat ikut membackup miras masuk ke Manokwari.

“Kami menyebut ada oknum aparat keamanan yang ikut  bermain dibelakang peredaran ribuan botol miras yang ditangkap ini,” ujar Sekertaris II Badan Kerja sama Antar Gereja (BKAG), Pdt. Pityhein Maniani, Senin (16/4).

Ia mengaku BKAG juga menunggu informasi terkait rencana pemusnahan barang bukti ribuan botol miras tersebut.

Ditegaskan, BKAG ikut mengutuk miras yang masih beredar di Manokwari dan sekitarnya, mengingat banyak korban akibat pengaruh minuman haram ini.

“Bukan hanya masyarakat saja, tetapi anggota TNI/Polri juga sudah menjadi korban dari efek minuman keras ini,” bebernya.

Senada, Ketua Persektuan Gereja-Gereja Papua, Pdt. Sherly Parinusa, mengingatkan pemerintah daeah, Pemprov Papua Barat dan Pemkab Manokwari, segera mengambil kebijakan tegas terkait peredaran miras yang meresahkan.

“Nyawa manusia lebih berharga dari pada pendapatan daerah. Ini pernah disebut Gubernur Papua Barat, Dominggsu Mandacan, saat menjabat sebagai Bupati Manokwari Tahun 2006 lalu, saat Perda Miras diberlakukan,” terangnya.

Pimpinan TNI/Polri di Papua Barat, diminta ikut hadir saat pemusnahan ribuan botol miras nanti. Pdt. Sherly juga tak lupa mengapresiasi kinerja tim gabungan TNI/Polri yang berhasil mengungkap penimbunan miras ilegal ini.

Berita Terkait