Ijinkan Aksi Perawat, Bupati Ingin Pelayanan RSUD Manokwari Tetap Normal

Oleh Dessy Kumendong

18 April 2018 07:01 720 VIew

''Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan. Mendukung Aksi Kumpul Koin Perawat, Namun Inginkan Pelayanan RSUD Manokwari Tetap Normal''

Manokwari, arfaknews.com – Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, mengaku sudah mengetahui aksi solidaritas yang dilakukan perawat, Rabu (18/4) sore di perempatan lampu merah Makalow, Manokwari.

Menurutnya, aksi tersebut boleh saja dilakukan, asalkan tidak mengganggu pelayanan kesehatan secara keseluruhan di RSUD Manokwari.

Ya, memang kemarin mereka minta ijin ke saya untuk aksi solidaritas. Tetapi saya bilang, tidak boleh semua turun aksi, kalau boleh sebagain tinggal untuk memberi pelayanan di rumah sakit,” beber Demas usai menyerahkan sertifikat bagi warga Kampung Andagau, Distrik Manokwari Barat.

Demas juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Dirut RSUD, agar aksi tersebut tidak mengorbankan pelayanan masyarakat.

“Jika semua perawat di rumah sakit turun dalam aksi solidaritas, pelayanan pasti terganggu. Semoga masalah ini bisa dibicarakan baiknya bagaimana,” harapnya.

Ia menilai dukungan dalam bentuk aksi boleh dilakukan, termasuk proses hukum yang diajukan pihak keluarga yang merasa dirugikan, namun intinya tidak sampai mengganggu pelayanan publik.

Seperti diberitakan arfaknews.com sebelumnya, sejumlah perawat menggelar aksi ‘Pengumpulan Koin 3 M’, di perempatan Makalow, sebagai bentuk solidaritas terhadap 4 rekannya dan manajemen RSUD yang dituntut hingga ke pengadilan.

Kasus ini dibawa keluarga DJH, bocah 5 Tahun, akibat dugaan malpraktik saat dirawat di RSUD Manokwari. Menurut keluarganya, DJH ditenggarai mengalami over dosis obat penurun panas (paracetamol infus).

Berita Terkait