Tolak SP Penggusuran, Warga Rendani Desak Kompensasi Rp.100 Juta Dievaluasi

Oleh James Aisoki

24 April 2018 07:01 788 VIew

''Niko Mambrasar, Perwakilan Warga RT II/RW II Rendani. Foto : James Aisoki, arfaknews.com ''

Manokwari, arfaknews.com – Salah satu hasil rapat yang diputuskan warga di RT II/RW II Rendani, adalah mebuat surat penolakan kompensasi Rp.100 Juta dari Pemkab Manokwari, terkait rencana pengembangan Bandara Rendani Manokwari.

Warga juga menyatakan sepakat untuk menolak surat pernyataan penggusuran yang akan dilayangkan Pemkab Manokwari serta bersedia membuat surat pernyataannya sendiri.

“Kemarin ada surat penolakan penerimaan kompensasi dan pergusuran dari PTPK Pertanahan, tetapi kami tolak. Kami sendiri yang akan membuat suratnya,” ujar Niko Mambrasar, perwakilan warga Rendani, saat ditemui arfaknews.com, Senin (23/4).

Ia mengaku warga kecewa karena rencana pemberian kompensasi terhadap warga yang terkena dampa pengembangan bandara, tidak berjalan sesuai tahapan yang diharapkan.

“Kami belum puas, apakah uang Rp.100 Juta itu untuk beli rumah, tanah atau apa ?,” tanyanya.

Ia membeberkan Tahun 2017, Bupati Manokwari mengeluarkan surat untuk pelebaran bandara dan warga yang terkena dampak akan mendapat kompensasi Rp.100 Juta. Belum disepakati, warga diundang tanggal 13 April untuk proses pembayaran kompensasi.

“Kami ingin bupati mengevaluasi kembali kompensasi. Jika sudah ada lahan baru untuk warga yang disiapkan pemerintah daerah, baru lah kami setuju kompensasi itu,” paparnya.

 

Berita Terkait