Ratusan Perawat Gelar Aksi Damai di PN Manokwari

Oleh Putra Aryanto

25 April 2018 07:01 1707 VIew

''Ratusan Perawat Menggelar Aksi Damai di PN Manokwari. Foto : Putra Aryanto, arfaknews.com''

Manokwari - Ratusan perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), melakukan aksi solidaritas damai di halaman gedung Pengadilan Negeri Manokwari, Rabu (25/4).

Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan atas banyaknya nilai negatif dari pihak yang tidak memahami tugas perawat. Belum lagi, banyaknya komentar di media sosial yang bernilai nagatif tetang tupoksi yang selama ini dilaksanakan perawat sesuai prosedur. Ini pun dinilai mencemarkan citra perawat itu sendiri.

Ketua aksi solidaritas, Mikael Osok, mengatakan, jika aksi tersebut tidak mendapat perhatian, akan ada aksi mogok dalam pelayanan masyarakat, baik pada puskesmas dan rumah sakit.

“Yang kami sesalkan, yang membawa kasus ini hingga ke pengadilan juga merupakan mitra dengan perawat. Jika memang ada dugaan malapraktik yang menyebabkan kecacatan secara permanen atau menyebabkan kematian, mungkin bisa menjadi pertimbangan, namun anak yang bersangkutan baik-baik saja,” ungkapnya kepada wartawan.

Dirinya menambahkan, dugaan dalam kasus malapraktik yang terjadi di RSUD Manokwari beberapa waktu lalu, pemberian obat yang diduga melebihi dosis kepada David Jewis Hehanusa (5 tahun), merupakan perintah dari dokter. Sayangnya, dokter yang dimaksud, tidak mengakui atau membenarkan pemberian obat sepenuhnya saat itu.

Sesuai pantauan arfaknews.com, para perawat dari berbagai penjuru Manokwari pun masih berdatangan, ada yang dari Maripi serta Masni dan juga tidak ketinggalan siswa-siswi keperawatan yang ada di Manokwari, turut ambil bagian dalam aksi solidaritas yang sedang menimpa rekannya.

“Ini mereka secara solidaritas datang sendiri karena mereka merasa bagian dari keperawatan,” beber Mikael

Aksi damai ini berjalan aman dan tertib serta mendapat kawalan 50 personil Polres Manokwari.

Seperti diberitakan arfaknews.com, sebelumnya dugaan malpraktik ini diadukan keluarga David Jewis Hehanusa (5 tahun) ke proses hukum. Akibat dugaan kelebihan dosis obat penurun panas (paracetamol infus) yang diberikan saat David dirawat di RSUD Manokwari.

Akibatnya, pihak keluarga David menuntut manajemen RSUD Manokwari dan empat perawat. Hingga kini, kasus ini pun sedang bergulir di Pengadilan Negeri Manokwari.

Berita Terkait