Tepis Stigma Buruk, Pangkalan Cucian Motor Kobeoser Hadir di Sanggeng

Oleh Redaksi

27 April 2018 09:10 1371 VIew

''Dir Binmas Polda Papua Barat, AKBP Harri Muharam Firmansyah bersama tamu undangan dan FKPM Sanggeng, saat peresmian tempat cuci motor Kobeoser, Jumat (27/4) di Manokwari''

Manokwari, arfaknews.com – Tak ada yang memungkiri jika tingkat kriminalitas cukup tinggi di Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari. Namun, perlahan-lahan stigma ini coba diminmalisir, dengan menghadirkan beragam kegiatan positif untuk masyarakat setempat.

Ya, pangkalan cuci motor Kobeoser di Sanggeng, resmi hadir di Manokwari. Ini ditandai dengan persmian yang dilakukan Dir Binmas Polda Papua Barat, AKBP Harri Muharam Firmansyah, Jumat (27/4) pagi.

Sesuai dengan moto Menjalin Komunikasi dan Membangun Kemitraan, Binmas Polda Papua Barat, mengajak pemuda di Sanggeng untuk menciptakan kreasi serta meningkatkan keahlian yang diimiliki.

Harri, yakin cita-cita untuk menjadikan nama Sanggeng kembali ‘bersih’ dari stigma buruk selama ini, bisa dimulai dengan merangkul kaum muda di daerah tersebut.

Menurutnya, kehadiran Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) tak hanya mengurus masalah keamanan, tetapi juga masalah sosial, dengan pemberdayaan masyarakat.

“Kita deteksi bersama FKM, kemudian mencari solusi dan hadirlah tempat pencucian motor ini. Dengan biaya yang tidak terlalu besar, Pak Kapolda berharap anak-anak yang putus sekolah di Sanggeng, mengeluarkan kreativitasya,” ujarnya kepada wartawan.

Dengan demikian, lanjutnya, kesibukan pamuda di empat pencucian motor ini, secara tidak langsung membuat mereka melupakan kegiatan-kegiatan negatif yang bisa merugikan diri sendiri dan masyarakat.

Senada, Ketua FKPM Sanggeng, Agus Matuti, mengungkap setidaknya kegiatan serupa juga dilakukan di titik lainnya, seperti samping Stadion Sanggeng, depan Jalan Yos Sudarso (dekat mes Perwira) dan pangkalan Jumbo (dekat Pertamina Wosi).

“Dengan demikian, kami yakin jika hadirnya tempat cuci motor ini bisa merangkul anak-anak untuk menyalurkan kreativitasnya,” paparnya.

Dijabarkan, nama Kobeoser bermakna kuat yang mampu mengumpulkan kesamaan visi menjadikan Sanggeng yang ‘baru’.

Agus juga berharap stigma ‘merah’ yang selalu disematkan kepada warga Sanggeng, bisa dirubah dengan kreativitas pemuda yang dimulai dengan kegiatan positif seperti menghadirkan tempat cucian motor ini.

 


Berita Terkait