Kenalkan Budaya Nusantara, SD dan SMPN Terpadu Bintuni Gelar Pekan Seni

Oleh Wawan Gunawan

28 April 2018 07:01 1184 VIew

''Pekan seni di SD dan SMPN Terpadu Bintuni''

Bintuni, arfaknews.com-Pekan Seni yang diadakan SD dan SMP Negeri Terpadu menampilkan beragam acara. Mulai dari tari tradisional, peragaan busana hingga musik.

Koordinator acara sekaligus tenaga pendidik di SMPN Terpadu, Natalia Desy Wulaningrum menjelaskan acara ini digelar untuk menumbuhkan bakat dan kreativitas para siswa-siswi untuk mencintai akan nilai dari budaya, serta belajar akan kesenian seperti drama, puisi, dan tarian tradisonal 7 suku, suku Nusantara. "Untuk melepas penat karena sudah satu minggu terakhir dihadapkan oleh Ujian Nasional," tutur Desy.

"Pagelaran pentas seni kali ini bersumber pendanaanya dari dua pihak sekolah, SMP dan SD Negeri Terpadu dengan posko pendanaan ekstra kulikuler. Peserta sendiri terdiri dari SMP kelas 7A, kelas 8 empat kelas, serta SD kelas 4 dan 5, serta tamu undangan dari pihak wali murid yang sempat hadir," pungkas Desy.

Kepala sekolah SD Terpadu, Tamim menjelaskan pihak sekolah sangat mengaspresiasi atas kinerja panitia pagelaran pentas seni ini bisa berjalan dengan lancar, karena di SD terpadu ada pelajaran ekstrakulikuler yang meliputi olah raga seni dan kebudayaan ataupun sejenisnya, sehingga dapat membuka cakrawala berfikir pelajar agar mengenal lebih dalam seni dan kebudayaan kita ini dimana kebudayaan di NKRI ini sangat banyak dari Sabang sampai Marauke.

"Semoga kedepanya pihak Pemkab Bintuni dalam hal ini Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga dapat memprogramkan pertahunnya untuk pentas kesenian dan kebuyaan di semua sekolah SD dan SMP untuk disatukan dalam sebuah pagelaran seni," pungkasnya.

Kepala Sekolah SMP Terpadu, Godefridus Payung menjelaskan selain mendidik siswa-siswinya pihak sekolahpun memberikan pemahaman tentang apa itu budaya dan kesenian. "Kegiatan pentas kesenian sebenarnya menjadi proyek kita bersama antara pihak SD terpadu dan kami SMP terpadu dan dirutinkan setiap tahunya," tutup Godefridus.

Berita Terkait