Pembongkaran 2 Makam di Sorsel, Ketua I DPRD Tuding Pemkab Apatis

Oleh Hanafi Tianlean

05 May 2018 17:07 1003 VIew

''Ketua I DPRD Sorsel, Marthen Safkase. Foto : Hanafi Tianlean, arfaknews.com''

Sorsel, arfaknews.com – Pembongkaran dua makam di Kampung Kamisabe, Distrik Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan oleh tim Labfor Mabes Polri, mendapat tanggapan beragam. Salah satunya, Ketua I DPRD Sorsel, Marthen Safkase.

Menurutnya, Pemkab Sorsel sama sekali bersikap acuh dan tidak memberi dukungan apa pun. Ini juga dikhawatirkan berdampak akan munculnya konflik jika hasil Labfor benar membuktikan jika kedua korban sebagai korban pembunuhan, bukan akibat lakalantas yang dirilis polres setempat.

Sebelumnya, dua makam di Kampung Moswaren, Sorsel, dibongkar Tim Labfor Mabes Polri, dibantu Tim Forensik Polda Sulsel dan Polda Papua Barat, Jumat (4/5).

Kedua makam yang dibongkar masing-masing alm. Adolf Athabu dan alm. Hans Rivaldo Konjol, yang menurut pihak keluarga meninggal akibat dibunuh.

“Sikap apatis pemerintah daerah setempat sangat disayangkan. Bupati dan Wakil Bupati Sorsel, tidak memberi dukungan apa pun sejak kasus ini muncul hingga sekarang pembongkaran makam,” tegas Marthen.

Menurutnya, sikap pemerintah daerah tersebut bisa memicu konflik jikka terbukti kedua warga suku Tehit ini, meninggal karena dibunuh, bukan akibat lakalantas.

Senada, Tokoh Adat Suku Tahit,Wempy Waay, mengaku kecewa dengan sikap pemerintah daerah. Meski demikian, ia mengajak warganya tetap tenang dan tidak melakukan tindakan merugikan, sambil menunggu hasil dari Tim Labfor.


Berita Terkait