Banyak Guru Honor ‘Banting Setir’, Tahun Ini Manokwari Terima 135 Guru Kontrak

Oleh James Aisoki

07 May 2018 18:11 5549 VIew

''RDP antara ratusan guru honor bersama DPRD Manokwari, Senin (7/5). Foto : James Aisoki, arfaknews.com''

Manokwari, arfaknews.com – Selain menerima pengaduan tenaga medis, DPRD Manokwari juga kedatangan ratusan guru honor. Pertemuan ini dikemas dalam bentuk Rapat Dengar Pendapat, Senin (7/5) di Gedung Dewan, Sowi Gunung, Manokwari.

Ketua Forum Komunikasi Guru Honor Kabupaten Manokwari, Dolfinus Moktis, mengaku banyak guru honor yang mencari pekerjaan lain karena upah yang dibayarkan masih dibawah standar minimum.

“Ada yang dibayar sekitar Rp. 300-500 Ribu per bulan. Dan, guru honor ini tidak mendapat SK Bupati sebagai Honor Daerah atau pun menjadi Guru Kontrak,” bebernya.

Dengan upah minimum tersebut, Pemkab Manokwari diharapkan memberi perhatian, minimal mendapat SK Bupati atau menjadi tenaga guru kontrak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari, Barnabas Dowansiba, mengungkap jika jumlah guru honor melebihi jumlah guru PNS di Manokwari.

Menurutnya, SD di Manokwari berjumlah 127, dengan penyebaran 661 guru PNS dan 768 guru honorer. Sementara 43 SMP dengan 394 guru PNS dan 331 guru honorer.

“Tahun ini juga akan diterima 135 guru kontrak, terdiri dari 75 guru kontrak SD dan 60 guru kontrak SMP,” beber Barnabas.

Saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manokwari sedang mendata jumlah guru honorer secara keseluruhan. Dari data tingkat SMP, beberapa diantaranya yang belum masuk adalah SMP Prafi, SMP YPK Imanuel Sowi, SMP Satap Masni dan SMP 5 Manokwari.

Khusus untuk 120 tenaga guru kontrak SD dan SMP mendapat upah Rp.2 Juta per bulan, dibayar menggunakan Dana DAK dan Otsus.

Rapat yang digelar di Ruang Rapat Lantai III DPRD Manokwari ini, dipimpin Wakil Ketua I DPRD, Frengki Awom, diikuti Ketua Komisi A, Ayu Batarai dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta ratusan guru honor.

 


Berita Terkait