Butuh 10 Jam, Supir Angkutan Bintuni-Manokwari Berjibaku Hadapi Medan Berat

Oleh Wawan

10 May 2018 20:10 2854 VIew

''Kondisi Jalan Rusak Antara Pertengahan Jalur Kabupaten Manokwari Selatan-Teluk Bintuni. Foto : Wawan, arfaknews.com''

Bintuni, arfaknews.com – Supir angkutan transportasi darat antar kabupaten, Manokwari-Bintuni dan sebaliknya, mengeluhkan kondisi jalan yang kian memprihatinkan. Tak hanya harus melalui medan yang berat, kondisi ini juga menghambat waktu tempuh dari biasanya.

Jamal, supir Hilux Bintuni-Manokwari, mengaku kondisi jalan yang mengalami rusak parah berada di dua titik, yakni di Pintu Batu dan Kampung Tahota.

“Jarak yang mengalami rusak parah sekitar 500 meter. Biasanya dulu kalau jalurnya baik, kita hanya butuh 6 jam, tetapi sekarang butuh 10 jam dengan kondisi jalan seperti itu,” ujarnya kepada arfaknews.com, Kamis (10/5) di pangkalan Pasar Sentral Teluk Bintuni.

Menurutnya, kondisi jalan rusak tersebut terletak diantara pertengahan Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) menuju Teluk Bintuni. Dan, kondisi ini sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

“Apalagi kalau kondisi hujan, sudah pasti kita sangat kesulitan. Butuh waktu dan perjuangan berat melalui jalur yang rusak itu,” bebernya.

Diakui, sesama angkutan dan supir juga sering membantu jika mobil rekan mereka terkendala saat melintasi kedua titik jalan yang rusak tersebut. Meski demikian, tarif penumpang tidak berubah meski kondisi medan berat, dengan Rp.500 Ribu per orang.

Ia bersama semua rekan sesama supir angkutan jalur darat Bintuni-Manokwari, berharap kondisi jalan ini mendapat perhatian dari pihak terkait segera mungkin. Karena bagaimana pun, keselematan penumpang terletak di tangan para supir ini.


Berita Terkait