Pertanyakan Rekruitmen Anggota Polri, Ratusan Massa Bakal Geruduk DPR PB

Oleh Charles Maniani

10 May 2018 07:01 940 VIew

''Perwakilan Orang Tua Casis Yang Dinyatakan Tidak Lolos Seleksi Anggota Polri TA 2018 di Manokwari. Foto : Charles Maniani, arfaknews.com''

Manokwari, arfaknews.com – Para orang tua ratusan Calon Siswa (Casis) rekruitmen anggota Polri TA 2018 yang tidak lulus, mempertanyakan komitmen Polda Papua Barat terhadap pemberdayaan dan keberpihakan terhadap Orang Asli Papua (OAP).

Abdul Jalil Pauspaus, mewakili orang tua casis, mengatakan, sekitar 100 casis Bintara Polri anak asli Papua, dinyatakan tidak lulus tes seleksi tanggal 17 April 2018. Dan, hal ini akan dibawa ke DPR Papua Barat dan MRPB, Jumat (11/5).

“Kami akan mempertanyakan keberpihakan terhadap anak-anak asli Papua, yang dinyatakan tidak lolos seleksi. Kami sampaikan apakah sesuai dengan amanat UU Otsus Nomor 21 Tahun 2001 atau tidak,” ujarnya kepada arfaknews.com, Kamis (10/5) malam di kediamannya, Jalan Serayu Sanggeng, Distrik Manokwari Barat.

Menurutnya, kondisi tersebut secara tidak langsung menyisihkan anak asli Papua yang sebenarnya ingin berbakti untuk NKRI, sebagai anggota Polri.

Ia juga khawatir jika kondisi ini terus memperbesar kecemburuan akibat pengabaian akan hak-hak dasar anak asli Papua.

“Berbicara Undang-undang Otsus, itu berbicara 80 persen OAP dan non Papua 20 persen. Namun, sayangnya kenyaannya sangat tidak sesuai,” beber Abdul yang juga merupakan Ketua Garda Jalur Motor Merah Putih ini.

Dikatakan lebih lanjut, kuota rekrutan 300 orang, tetapi saat ini sudah seratus lebih putra daereah yang dinyatakan tidak lolos tes. Diantaranya, hanya sekitar 60 anak asli Papua yang masih bertahan mengikuti tes lanjutan.  

Abdul pun memprediksi mungkin hanya sekitar 30 anak asli Papua yang nantinya lolos tes dan bisa melanjutkan pendidikan.

“Saya pikir tes seperti ini membutukan kehadiran langsung Polri dari pusat, agar ikut mengontrol rekrutan, sehigga tidak terjadi kesalapahaman dan kepuasan dari orang tua casis, terutama bagi casis asli Papua,” tegasnya.

Senada, Dominggus Meres, SH, wakil orang tua casis, menuturkan, kuota tes anggota Polri TA 2018 yang diberikan harus memprioritaskan anak asli Papua.

Dirinya mengaku kecewa karena kenyataan tes sejauh ini berbeda dengan komitmen awal Polda Papua Barat yang akan memperhatikan anak asli Papua.

“Kami berharap aspirasi kami ke DPR dan MRPB nanti akan mendapat respon yang baik,” katanya.

Sementara, hingga kini seleksi penerimaan anggota Polri TA 2018 yang digelar Panitia Daerah (Panda) Polda Papua Barat, akan masuk ke tahap tes Kesehatan Jasmani (tes Jaskes), Jumat (11/5).

 

Berita Terkait