PGI Ajak Warga Perangi Terorisme

Oleh redaksi arfaknews

14 May 2018 07:01 435 VIew

''Wakil Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Chrisye Gosal''

Jakarta arfaknews.com  - Wakil Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Chrisye Gosal menyampaikan enam sikap PGI dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dalam merespons peristiwa pemboman tiga gereja di Surabaya, terjadi Minggu pagi (13/05).

Tindakan kekerasan dengan alasan apapun, tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah Kekerasan, justru hanya akan melahirkan kekerasan dan pada akhirnya menuju kehancuran.

"Lihatlah Syiria sekarang ini luluh lantak oleh kekerasan demi kekerasan," ucap Chrisye, di dalam siaran persnya.

Lanjut Chrisye sesungguhnya tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. agama apapun mengajarkan kemanusiaan, damai, dan cinta kasih.

Para pemimpin agama perlu lebih serius mewaspadai munculnya para pendukung kekerasan dan tindak terorisme ini, dengan berbalutkan penginjil atau pendakwah lewat media sosial.

Program deradikalisasi BNPT menurut dia akan sia-sia jika masyarakat justru memberi panggung kepada pemimpin agama yang menyebarkan paham radikalisme dan kekerasan, lewat misi dan dakwahnya.

"Oleh karena itu, kami menghimbau para pemimpin agama dan masyarakat, untuk tidak memberi angin dan simpati kepada pelaku kekerasan dan terorisme apapun motifnya," ucap Chrisye.

Pihaknya menghimbau masyarakat menghentikan penyebaran foto dan video karena ini justru tujuan teroris, yakni menebarkan rasa takut di tengah masyarakat. Pihaknya menghimbau masyarakat untuk menebarkan kasih dan rasa damai melalui ragam media.

Ia menghimbau seluruh elit politik dan masyarakat untuk menghentikan komentar yang justru memperkeruh keadaan.

PGI dan KWI meminta semua pihak tidak perlu takut menghadapi ancaman terorisme  dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada negara. PGI dan KWI mendukung sepenuhnya tindakan negara dalam memberantas semua perilaku kekerasan dan aksi-aksi terorisme di Tanah Air.

Dalam konferensi pers di hadiri pula, Romo Agus Ulahayanan sebagai Sekretaris Eksekutif Hubungan Agama dan Kepercayaan KWI, Pendeta Gomar Gultom sebagai Sekretaris Umum PGI dan Jerry Sumampoy, Kepala Humas PGI.

Sebelumnya, ledakan terjadi di tiga Rumah ibadah di Surabaya. Yaitu Rumh ibadah Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Rumah ibadah Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan rumah ibadah Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna. Jumlah korban tewas  telah mencapai 13 orang, sementara puluhan lainnya disebut mengalami luka-luka.

 

Berita Terkait