Kasus Ujaran Kebencian Oknum ASN dan Ajudan Bupati R4 Masuk Tahap II

Oleh Redaksi

15 May 2018 17:12 4013 VIew

''Tahap II Kasus Ujaran Kebencian Dilimpahkan Polres Raja Ampat ke Kejari Sorong. Foto : Istimewa''

Waisai, arfaknews.com – Polres Raja Ampat sudah melimpahkan berkas kasus ujaran kebencian yang dilakukan oknum ASN dan staf honorer di media sosial. Pelimpahan berkas awal pekan ini, pun dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Sorong.

Kasat Reskrim Polres Raja Ampat, AKP. Bernadus Okoka, membenarkan berkas OB (staf protokoler Setda) dan NR (ASN pada Badan Pengelolaan Perbatasan Pemkab Raja Ampat) sudah masuk Tahap II.

“Setelah P21 dinyatakan lengkap, kita langsung melimpakan kedua tersangka bersama barang bukti ke Kejaksaan Negeri Sorong, Senin (14/5),” ujarnya.

Kasus ini berawal atas laporan dari masyarakat, akibat aksi ujaran kebencian kedua tersangka di media sosial. Dalam waktu berbeda, keduanya memposting kata yang mengandung hate spech atau ujaran kebencian, yang mengarah kepada isu SARA di akun Facebook.

“Kami tindak tegas kasus ini. NR dilaporkan oleh MUI Raja Ampat, sementara SB dilaporkan masyarakat. Keduanya melakukan tindakan ujaran kebencian yang berpotensi merusak hubungan dan keharmonisan masyarakat beragama di Raja Ampat,” terangnya.

Menurutnya, keduanya diduga melanggar UU Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Pasal 28 Ayat (2) UU ITE, dengan ancaman hukuman diatur dalam Pasal 45 Ayat (2) UU ITE, pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda Rp.1.000.000.000.

SB, staf honorer dan juga sebagai ajudan Bupati Raja Ampat ini, dilaporkan atas tulisannya di Facebook yang bernuansa SARA. Ia memposting tulisan itu bulan Desember 2017. Sedangkan, NR yang merupakan ASN, memposting tulisan tanggal 9 Desember 2017, yang isinya mengarah pada ujaran kebencian.

Okaka berpesan agar warga di Raja Ampat, lebih bijak dan tidak meyalahgunakan media sosial, termasuk Facebook, agar terhindar dari kasus serupa.


Berita Terkait