Ortu Casis Rekruitmen Polri 2018 Siap Mengadu ke Presiden dan Mabes Polri

Oleh Charles Maniani

17 May 2018 07:01 536 VIew

''Petremuan para orang tua Casis, Kamis (17/5) malam. Foto : Charles Maniani, arfaknews.com''

Manokwari, arfaknews.com – Setelah menggelar aksi demo ke DPR dan MRPB Papua Barat, pekan lalu, orang tua bersama Calon Siswa (casis) berencana kembali menggelar aksi serupa.

Mereka akan mempertanyakan hasil aspirasi yang disampaikan ke DPR dan MRPB, terkait penerimaan anggota Polri TA 2018 Panda Polda Papua Barat, untuk kuota orang asli Papua.

“Kami akan kembali mempertanyakan hal itu. Jika nihil, bila perlu kami  ke Jakarta dan menyampaikan langsung kepada Presiden serta Kapolri di Mabes Polri, Jakarta,” ujar salah satu orang tua casis, Abdul Jalil Pauspaus, Kamis (17/5) malam.

Ditemui bersama perwakilan orang tua casis lainnya di kediamannya, Jalan Serayu Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Abdul mengungkap jika rencana untuk bertemu Presiden dan Kapolri sudah bulat.

“Kami (orang tua casis), memastikan anak asli Papua yang lulus tes anggota Polri Tahun 2018, hanya 2 persen. Ini berbanding jauh dengan statmen Kapolda Papua Barat, yang menyatakan penerimaan berlaku bagi putera-puteri asli Papua sebanyak 60 persen,” ujar pria yang juga sebagai Ketua Garda Motor Merah Putih tersebut.

Menurutnya, secara keseluruhan tes anggota Polri masih jauh dari harapan orang asli Papua, sesuai dengan amanat keberpihakan dalam UU Otsus Nomor 21 Tahun 2001.

Hingga kini terdapat 199 peserta secara keseluruhan yang masih mengikuti serangkaian tes lanjutan. Jumlah ini terdiri atas gabungan peserta anak asli Papua dan non Papua.

“Berdasarkan informasi yang kita dapat dari peserta tes hingga saat ini, hanya 3 putra daerah di Akpol, 16 peserta di Bintara. Secara keseluruhan, ada 66 anak asli Papua yang masih mengikuti tes,” bebernya.

“Masuk tes akademik hari Minggu dan Senin setelah tes kesehatan kedua dan PMK, orang tua casis yakin anak asli Papua yang akan lolos hanya dua persen,’ pungkas Abdul.

Berita Terkait