Sejarah Lahirnya Teluk Bintuni Dibacakan Dalam HUT Ke-15

Oleh Wawan

11 June 2018 00:07 3286 VIew

''Foto Gubernur Papua Barat, bersama pangdam XVIII Kasuari, Kapolda Papua Barat, Bupati Teluk Bintuni, serta sejumlah pejabat teras lainnya ''

Bintuni Arfaknews.com – Dalam HUT teluk Bintuni ke-15, dihadiri Gubernur Papua Barat, Pangdam XVIII Kasuarai, Kapolda Papua Barat, dibacakan sejarah lahirnya Teluk Bintuni menjadi kabupaten otonom setelah memsihakan dirinya dari kabupaten induknya, Manokwari.

Sejarah berdirinya Kabupaten Teluk Bintuni atau kabupaten pemekaran dari kabupaten Manokwari di wilayah Papua Barat. Landasan formal berdirinya berdasarkan Undang-undang nomor 26 tahun 2002 bersama dengan sejumlah kabutane lainnya di Papua, yakni kabupaten sarmi, kerom, Pegunungan Bintang, Tolikara, Waropen, Boven Digul, Yahukimo, Mappi dan Kabupaten Asmat, sedangkan di Papua Barat Kabupaten Sorong Selatan, Raja Ampat, Kaimana, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama, di Papua Barat, dan secara resmi kabupaten Teluk Bintuni berdiri pada bulan Juni 2003.

Upacara HUT ke- 15 Teluk Bintuni,digelar dilapangan gedung serba guna (GSG) jalan raya kali kodok Distrik Bintuni dihadiri Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiuw,  Wakil Bupati Matert Kokop, petinggi  TNI dan POLRI, serta seluruh jajaran OPD, pelajar, mahasiswa, dan tokoh masyarakat Adat, Teluk Bintuni (9/6).

Teluk Bintuni awalnya adalah salah satu daerah tertinggal namun kaya Hasil Tambang, Laut, dan hutan, jauh dari pusat pemerintahan, rendahnya kualitas pelayanan publik,  namun kawasan Teluk Bintuni mampu menyumbang minyak bumi,  kehutanan  berupa Kayu , perikanan berupa udang,ikan dan kepiting, namun masyarakat kurang menikmati hasil-hasil pembangunan.

Dengan demikian, hal ini menjadi dorongan Teluk Bintuni harus menjadi kabupaten sendiri, dan terlepas dari kabupaten manokwari.

Usai upacara seluruh peserta di suguhi dengan sejumlah atraksi diantaranya, tarian 7 suku Teluk bintuni yang diwakilkan Suku Irarutu, dan  untuk suku nusantara diwakil penampilan tarian reok dari ponorogo, dan atraksi Drumben dibawakan pelajar  SMA Negeri 1  Teluk Bintuni, serta atraksi pembebasan sandera dilakukan TNI- AD dari senapan-E batalyon 752 prajurit wira Yuda Sakti.


Berita Terkait