HUT Bhayangkara Ke-72 Tahun, Polri Agendakan Perang Hoax 2018-2019

Oleh F.X Putra Aryanto

11 July 2018 09:07 1204 VIew

''Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan ketika bertindak sebagai Inspektur Upacara peringatan hari jadi Bhayangkara ke-72 Tahun 2018 di lapangan upacara Mapolda Papua Barat, Rabu (11/7)''

Manokwari, arfaknews.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam amanatnya yang di bacakan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan pada peringatan HUT Bhayangkara ke-72 Tahun 2018, mengintruksikan jajaran Polri untuk memerangi penyebaran informasi hoax melalui jejaring media sosial.

Laju perkembangan teknologi informatika sejatinya bertujuan memudahkan aktifitas manusia dalam segala hal, namun dapat berubah menjadi ancaman bila disalahgunakan oleh oknum atau kelompok tertentu dalam menyebarkan informasi sesat yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Dengan pesatnya perkembangan teknologi yang kian maju, saya berharap agar Polri dan masyarakat dapat memerangi informasi kurang tepat yang selalu beredar di masyarakat sekarang ini,'' kata Gubernur ketika bertindak sebagai Inspektur Upacara memperingati hari jadi Polri ke-72 tahun di lapangan upacara Mapolda Papua Barat, Rabu (11/7).

Gubernur juga meminta jajaran Polri untuk meningkatkan peran Cyber Crime Polri dalam memerangi penyebaran informasi hoax dan aksi-aksi terorisme melalui jejaring media sosial.

''Dengan kehadiran cyber crime dapat pula meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi aksi terorisme yang dapat menghancurkan kesatuan bangsa dan negara," katanya lagi.

Gubernur berharap dengan semangat promoter Polri, segenap jajaran Polri terus meningkatkan profesionalisme dengan menekan tingginya angka kekerasan agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri terus meningkat.

Harapan tersebut sejalan dengan tema yang diusung pada peringatan hari Bhayangkara ke-72 Tahun, "Dengan semangat promoter polri siap mengamankan agenda kamtibmas tahun 2018 dan 2019".

"Kehadiran Polri di tengah masyarakat di harapkan dapat mengurangi angka kekerasan di tengah masyarakat dan menjadi pengayom yang profesional di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Pendekatan terhadap masyarakat agar kehadiran polri dapat menjadi pengayom dan pelindung bagi masyarakat," tutur Gubernur.


Berita Terkait