Rekrutan Casis Polri, MRPB Dan DPR PB Belum Temui Solusi Tepat

Oleh Charles Maniani

12 July 2018 17:07 1190 VIew

''Garda Motor Merah Putih, Abdul Djalil Pauspaus''

Manokwari arfaknews.com – Garda motor jalur merah putih dan Aktivis Mahasiswa serta forum mahasiswa indonesia telah berupaya meminta untuk kebijakkan ketua MRP dan DPR Papua Barat, namun dalam pertemuannya, belum menemui solusi tepat dalam perekrutan casis Polri untuk anak Papua.

Hal ini diutarakan garda motor merah putih, abdul Djalil pauspaus, ketika di temui arfaknews, Selasa (10/7) mengatakan pihkanya sudah melakukan dialog dengan  Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPR PB), akan tetapi tidak ada solusi yg baik  tepat, ungkapnya

Tidak adanya solusi tepat dari MRPB dan DPR PB, ia pun memutuskan untuk mempertanyakan langsung hal ini ke Mabes Polri di Jakarta, melalui Kaur SDM Mabes Polri, dalam pertemuannya Kaur SDM Polri memberinya usulan agar membuka Casis memalui Jalur Otsus

"Bahkan pihknya juga telah bertemu dengan anggota DPD Papua barat, dimana DPD pusat meminta untuk  membuat surat dukungan untuk polisi jalur otsus"

Kapolda Papua Barat telah menyeruhkan  pula agara, untuk penerimaan casis Polri di Papua Barat lewat Gubernur PB,  DPR PB dan MRPB agar membuka jalur otsus, ungkapnya

Sementara untuk bertolak ke Jakarta mempertanyakan hal ini, telah diabiaya oleh salah satu lembaga untuk bertolak dari Manokwari ke Jakarta untuk membicarakan soal penerimaan CasispPolri di papua barat.

Pihaknya bertolak  ke Jakarta bukan hanya duduk manis saja, melainkan untuk meperjuangkan dana mepertanyakan mengapa kouta 300, tinggal 188. sedangkan selebihnya entah keman, ungkapnya

Sedangkan penerimaan Casis Polri tahun 2018, Sistem perekrutan tersebut menggunakan standar nasional,  Para orang tua casis tidak lulus bersama aktifis mahasiswa serta Garda Motor jalur merah putih sudah memaksimalkan melakukan berbagai upaya untuk mendongkrat anak-anak OAP dalam penerimaan, atas dasar UU no 21 tahun 2001 tentang daerah otonomi khusus

Namun sampai pada dasarnya, penerimaan casis polri menggunakan standar nasional tanpa melihat kouta yang ada di Papua Barat, kouta bagi papua barat ada 300 orang namun  tersisa sampai sekarang tinggal 188 orang.


Berita Terkait