Diduga Terbalut Api Cemburu, Pelaku Aniaya Korban Dengan Gunting

Oleh James Aisoki

12 July 2018 07:01 567 VIew

''Gambar Illustrasi penganiayaan''

Manokwari arfaknews - korban bernama Santos Raubaba (17 tahun) dianiaya oleh orang tak dikenal (OTK) menggunakan benda tajam, berupa gunting, di bagian tubuhnya, hingga korban mendapatkan erawatan medis di RSUD Manokwari, terjadi di  gerbang jalan masuk kompeks Panindi pantai , Rabu (11/7), sekitar pukul 22.00 Wit.   

Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban dianiaya menggunakan benda tajam berupa gunting, saat korban bersama kekasihnya dari arah jalan yo sudarso menuju ke kompleks Panindi Pantai,  namun tiba tiba  pelaku menyerang  korban menggunakan gunting, hingga korban mengalami pendarahan dan dilarikan ke RSUD Manokwari guna penanganan medis, sehingga menduag pelaku dianya karna pelaku cemburu terhadap korban lantaran korban bersama kekasihnya.

Usai menganiaya korban, pelaku kemudian kabur meninggalakan lokasi kejadian, sedangkan barang bukti berupa gunting digunakan pelaku ditemukan berada disekitar lokasi penganiayaan.   

Kasat reskrim polres Manokwari AKP Indro Rezkiadi, ketika di temui arfaknews, Kamis (12/7) mengatakan, identitas pelaku penganiayaan terhadap korban, sudah di kantongi polisi, tinggal melakukan penangkapan.

Untuk membuktikan nantinya pelaku penganiyaan, polis akan melakukan periksaan  CCTV yang ada di lokasi kejadian, sebagi pembuktian nantinya dilapangan.

Ada pun motif pelaku menganiaya korban belum di ketahui secara pasti, lantaran pelaku penganiayaan belum tertangkap. namun informasi diterima jika penganiayaan ini dilatar belakangi cemburu.

Pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku, sesuai dengan permintaan dari keluarga korban . menuntuk agar pelaku seceptanya ditangkap.

Kasus ini penganiayan terhadap korban Santos Raubaba, sudah ditangani langsung aparat kepolisian dari polres Manokwari guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan, serta memintai keterangan sejumlah saksi yang melihat dan mendengar kejadian penganiayaan terjadi, ujarnya.   

Berita Terkait