Darurat Narkoba, Dukungan Aparat Dan Masyarakat Memeranginya

Oleh Putra Aryanto

12 July 2018 07:01 647 VIew

''Wakil Bupati, Muh Lakotani, memotong tumpeng Untuk diberikan ke kepala BNNP Papua Barat''

Manokwari arfaknews.com - Dalam memerangi narkoba dikalangan masyarakat perlu adanya sinergitas dan keterlibatan bersama untuk menciptakan bangsa  dan Negara bebas dari narkoba.

Hal ini dikatakan Kepala BNN Papua Barat Brigjen Pol Untung Subagiyo saat acara puncak Hari Anti Narkoba international ( HANI ) 2018, diselenggarakan di kantor Gubernur Papua Barat Arfai Distrik Manokwari Selatan, kamis (12/07), dengan mengusun tema, Menyatukan dan menggerakan seluruh kekuatan bangsa dalam perang melawan narkoba untuk mewujudkan masyarakat indonesia yang sehat tanpa narkoba.

Dikatakan tema ini di ambil merupakan keprihatinan dunia dalam melawan narkoba, menjadi maslah global dengan perhatian dunia. karena belajar dengan adanya penanganan serius dari suatu bangsa dan negara untuk melawan narkoba.

Permasalahan narkotika sangat kronis ini, berasal dari masyarakat segala kondisi dan dari kalangan pendidikan rendah hingga pendidikan tinggi sudah menkonsumsi narkoba.

Kondisi darurat narkotika telah diterapkan dalam rangka melawan peredaran narkotika , di akibatkan karena sudah memakan korban sebanyak 4 juta jiwa, sehingga  perlu adanya partisipasi bagi semua instansi untuk dapat menyiapkan fasilitas bagi penanganan narkoba.

" Dukungan dari kalangan penegak hukum dan masyarakat di butuhkan,  untuk dapat berperan aktif dalam mememerangi narkotika,  sehingga pelaku tidak mudah  dapat dibebaskan dari tuntutan pidana,

Bagi orang terindikasi penyalahgunaan narkotika secara sukarela melaporkan ke BNN, sedangkan untuk Penanganan pelaku narkotika, dalam hal ini bandar narkoba dapat di berikan hukuman setimpal dari hukuman penjara hingga hukuman mati,

 Hal ini sudah sesuai dengan undang undang berlaku untuk memberikan efek jera bagi para pengedar dan pengguna narkotika ". Ungkapnya.

Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani, ketika membacakan sambutan Menkopolhukam mengungkapkan kejahatan narkotika merupakankejahatan luar biasa dan harus ditangani secara serius. Bangsa dan negara tanpa serius tanganu dalam memerangi narkotika dapat menjadi ancaman bagi keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara.

" Upaya pencegahan dari kalangan masyarakat, menjadi hal utama dalam mencegah kejahatan narkotika kian merajalela, Pencegahan dan pemberantasan narkotika harus dilakukannya secara bersama sama dari seluruh elemen masyarakat untuk dapat mencegah peredarannya.

“ Saya pikir membangun indonesia dari pinggiran dapat di lakukan dengan memberikan stimulasi bagi masyarakat terhadap bahaya narkotika bagi bangsa dan negara ". Ungkapnya.

Seperti di ketahui dengan kemajuan teknologi luar biasa kian pesat dapat menjadikan negara kita menjadi sasaran narkotika jika tidak disikapi secara serius.

" Denganditemykannya  berton-ton narkotika d ungkap beberapa waktu, membuktikan bangsa kita sedang di pasangi bom waktu, dengan menggunakan narkotika yang sewaktu waktu dapat menghancurkan negara kita. Semua itu berasal dari dalam keluarga jika keluarga secara harmonis dan menjaga kekeluargaan secara aman, melalukan komunikasi baik, “ saya yakin generasi generasi kita tidak akan menyentuh hal itu. Semua itu dari hal kecil yakni dari dalam keluarga kita sendiri ". Tutupnya.

Acara puncak di tandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Gubernur Papua barat Mohammad Lakotani dan di dampingi oleh Kepala BNNP Papua Barat Brigjen Pol Untung Subagiyo dengan menyerahkannya kepada perwakilan tokoh agama dan masyarakat.

Berita Terkait