Parjal Pertanyakan Kinerja Ombudsman Mengawasi Pendidikan

Oleh James Aisoki

15 July 2018 07:01 720 VIew

''Orang tua murid mempertanyakan nasib anaknya yang tidak diterima sekolah ke Kantor Dinas Pendidikan ''

Manokwari arfaknews.com -  Parlemen anak Jalanana (Parjal) menilai kurangnya Pengawasan  terkait dunia pendidika saat ini sehingga pihaknya mempertanyakan kinerja Lembaga terkait secara khusus Ombudsman Republik Indonesia merupakan lembaga pengawasan public, untuk segera mengamati, biaya pendidikan dan penyelenggaraan pendidikan di Papua Barat secara khusus di Manokwari semakin mahal.

Ketua Parlemen Jalanan, Ronal Mambieuw, Jumat (13/7)  mempertanyakan Kinerja Ombudsman selama ini terhadap penyelenggaraan pendidikan di Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, dimana Penyelenggaraan pendidikan di Papua Barat terkesan ada tindakan korup, baik dari segi aturan yang berlebihan maupun dari jenis pembayaaran biaya Pendidikan yang mahal".Ucapnya

Ia pun mempertanyakam "Anggaran pendidikan sebanyak 20 persen itu digunakan untuk apa saja. Kenapa banyak siswa berasal dari kelurga tidak mampu mengeluh terkait biaya pendidikan, biaya sarana prasarana, baju seragam, minimnya tenaga pendidik dan sebagainya".

"Kami minta Ombudsman Republik Indonesia di Papua Barat, jeli mengawal pelayanan pendidikan dan memaparkan temuanya ke public, agar ada kejelasan ke Masyarakat terkait pelayanan pendidikan. Pintanya

Selain itu, Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saberpungli) Polda Papua Barat dan Polres Manokwari untuk memantau penyelenggaran Pendidikan di Papua Barat secara umum dan secara khusus di Manokwari.

Dalam Pengamatan Kami di lapangan, terlalu banyak biaya pendidikan, sehingga kami meminta Tim Saberpungli Polda Papua Barat dan Polres Manokwari untuk memantau kinerja pendidikan. Tegasnya

Berita Terkait