Semen Conch Manokwari Siap Rambah Pasar Internasional

Oleh Rizaldy

16 July 2018 07:01 1397 VIew

''Menejer Pemasaran PT SDIC Papua Cemen Indonesia Mr Long (kanan), Tomy Juru Bicara PT SDIC PCI Maruni Manokwari (kiri) ''

Manokwari, arfaknews.com - PT. SDIC Papua Cemen Indonesia Manokwari menargetkan produksi semen Conch Maruni Manokwari sebanyak 4 juta ton pertahun dari total produksi saat ini sebesar 1.5 juta ton pertahun.

 

Manajer Pemasaran PT SDIC PCI Maruni Manokwari Mr Long mengungkapkan, target produksi semen Conch Maruni Manokwari sebanyak 4 juta ton per tahun sebenarnya, sejak awal telah masuk dalam perencanaan PT SDIC PCI.

 

Saat ini, PT SDIC PCI Maruni Manokwari masih menggunakan satu jalur produksi dengan rata-rata produksi pertahun baru mencapai 1.5 juta ton pertahun dari total target produksi pertahun sebanyak 2 juta ton per tahun.

 

''Yang ada saat ini adalah jalur pertama, kapasitas produksi pertahunnya masih 1.500.000 ton, jadi kalau persoalan pemasaran bisa dikelola dengan baik, kami akan bangun jalur produksi kedua,'' kata Mr Long melalui Tommy sebagai juru bahasanya, Senin (16/7).

 

Long optimis dengan pembangunan jalur produksi kedua, BUMN milik Cina ini dapat memproduksi semen sebanyak 4 juta ton pertahun. meskipun optimistis, Ia mengakui belum terbukanya pangsa pasar secara luas menjadi salah satu pertimbangan pembangunan jalur produksi kedua.

 

''Awal perencanaan pembangunan pabrik semen ini, memang dua jalur, cuma terkendala minimnya pangsa pasar. kita ingin meningkatkan pangsa pasar lagi, kalau pangsa pasarnya meningkat, kita bangun jalur kedua,'' kata Long lagi.

 

Long mengungkapkan, saat ini pangsa pasar semen maruni selain di Manokwari, juga telah merambah pasar wilayah Sorong, Jayapura, Ambon, Ternate dan beberapa kota di Papua dan Papua Barat.

 

Selain pangsa pasar lokal, saat ini Semen Conch Maruni Manokwari juga telah merambah pasar Australia, Filipina, Timor Leste, PNG, hingga negara Cili. saat ini PT. SDIC PCI tengah berupaya mengembangkan sayap bisnisnya hingga ke Jepang dan Amerika.

 

''Kalau dari perencanaan kita, kalau bisa dijual ke Jepang, Amerika dan Negara-Negara lainnya yang belum terjamah,'' pungkas Long.

 

Berita Terkait