Gelar Lomba Yospan, Parjal Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya dan Sanggar Seni

Oleh James Aisoki

22 July 2018 07:01 722 VIew

''Para Juara Lomba Pentas Yosim Pancar yang digelar Parlemen Jalanan di Manokwari. Foto : James Aisoki, arfaknews.com''

Manokwari, arfaknews.com – Tarian Yosim Pancar (Yospan) merupakan salah satu seni budaya asli Papua yang juga dikenal dengan sebutan Tari Pergaulan. Sayangnya, saat ini Yospan sendiri seakan ‘tenggelam’ ditengah kemajuan jaman teknologi.

Parlemen Jalanan alias Parjal, menilai seni budaya asli Papua ini harus dipertahankan. Jika tidak, bisa saja Yospan tak lagi ada untuk anak cucu kita kedepan.

Panglima Parjal, Ronald Mambieuw, menegaskan Tarian Yosim Pancar harus terus dilestarikan agar tak punah. Selai itu, sanggar-sanggar seni yang ada di Papua Barat, harus diberi perhatian agar tetap eksis mengembangkan seni budaya yang sudah ada sejak jaman nenek moyang dahulu.

“Parjal menggelar perlombaan ini semata-mata untuk kembali menggerakan sanggar-sanggar seni budaya agar giat melestarikan warisan budaya ini,” ujarnya saat perlombaan tarian Yospan, Sabtu (21/7) malam di halaman ex Kantor Bupati Manokwari.

Pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan berperan aktif untuk membantu semangat sanggar seni yang ada, tanpa terkecuali termasuk Dewan Kesenian.

Menurut Ronald, kegatan seperi ini (lomba Yospan) harus giat digelar oleh Dewan Kesenian, terutama Yospan pentas (pangung) agar cara penilaiannya benar-benar sesuai dengan makna budaya. Bukan sebaliknya, dilakukan di jalan raya (Yospan Jalan) yang terkesan tidak bermakna.

Awalnya terdapat 13 peserta grup seni yang mendaftar, namun beberapa diataranya tidak mengikuti perlombaan karena tidak memiliki alat seni. Pasalnya, perlombaan ini mewajibkan penggunaan musik tradisional.

“Karena sebagian grup tidak miliki alat, maka hanya 6 peserta saja yang tampil pada malam ini,” bebernya.

Lebih jauh dikatakan, Dewan Kesenian Provinsi dan Kabupaten harus mendata semua sanggar dan memfasilitasi serta memberdayakan.

Sanggar Seni Iriantos keluar sebagai Juara I dan berhak membawa pulang hadiah uang pembinaan Rp.6 Juta, disusul Sanggar Seni Tikar Besi (Tibes) di tempat kedua dengan uang pembinaan Rp.5 Juta. Sementara juara III mendapat uang pembinaan Rp.4 Juta dan Rp.3 Juta untuk Juara Harapan I.

 

Berita Terkait