Krisis Listrik Melanda Teluk Bintuni Cukup Memprihatinkan

Oleh Wawan

02 August 2018 07:01 220 VIew

''Manager PLN Rayon Teluk Bintuni, Sapri''

Bintuni arfaknews.com –Setiap hari warga teluk Bintuni selalu mengeluhkan Kuranganya pasokan Listrik dari PLTD Teluk Bintuni, sehingga dapat berdampak buruk terhadap perekonomian warga.

Selama ini aliran listrik dari PLN Rayon Teluk Bintuni bersumber dari pembangkit listrik tenaga Gas (PLTG) BP Tangguh Dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel ( PLTD) terletak di Kampung Tolak, KM 4, Distrik Bintuni Barat.

Meski demikaian warga mengeluhkan kurangnya pasokan listrik, sehingga berdampak ke berbagai sektor diantaranya, sektor perdagangan dan industri .

Minimnya penerangan dalam kota Teluk Bintuni yang sering dijuluki Kota kaya akan Gas tersebut, berdampak pula penerangan kota, sehingga sangat rawan adanya tindak kejahatan.

Selain itu jaringan SKTM memiliki kendala yang dihadapi PLN, diantaranya 7 mesin PLTD mengalami kerusakan, 2 mesin dengan kapasitas 1.200 Kw ( kilo Wat ) yang beroperasi untuk membantu kebutuhan listrik kepara pelangganya, namun 9 Mesin pembangkit dimiliki sudah tidak layak beroperasikan.

PLN Rayon Teluk Bintuni mengalami devisit anggaran, disebabkan masih banyakanya pelanggan menggunakan meteran pasca bayar atau disebut meteran lama mengalami tunggakan pembayaran kurang lebih 6-8 bulan di instansi pemerintahan dan rumah tangga, diantaranya instansi pemerintah mengalami tunggakan pembayaran listrik yakni Dinas Perikanan dan Kelautan, Dukcapil, DPRD dan warga masyarakat Teluk Bitnui sendiri.

Tunggakan dimiliki Warga dan Instansi Pemerintahan ke PLN Rayon Teluk Bintuni mencapai Rp 1,3 Milyar, diluar tunggakan penggunaan listrik secara Illegal yang tidak sesuai aturan berlaku, sedangkan titik puncak kemampuan mesin pembangkit listrik di miliki PLN 3.500 Kw. namun hanya mampu menyuplai listrik sebanyak 1.200 Kw .

Hal ini dikatakan Manajer PLN, Sapri, diruang kerjanya, Senin  (30/7), untuk menjawab kekurangan pasokan listrik di milki Teluk Bintuni, Pihak PLN sudah memmsan mesin Baru PLTD sabanyak 4 unit dengan kapasitas perunitnya 1000 Mw (Mega Watt) dari PLN Pusat, serta 2 Unit dari Pemkab Bintuni dengan kapasitas sama, direncanakan PLTD dibangun dilokasi baru di kampung Tolak, Km 4 Ditrik Bitnui Barat, dengan luas lahan dimiliki untuk pembangkit listrik kurang lebih 3 Hektar)

Untuk mesin PLTD Bantuan Pemkab Teluk Bintuni, ditargetkan November sampai dengan Desember 2018, PLTD tersebut baru akan beroperasi bila ada gangguan Suplai dari PLTG BP Tangguh, sehingga listrik di kota Bintuni bakal menyala selama 1 x 24 jam, sehingga kedepannya diprediksi sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir, pungkas Sapri.

Berita Terkait