Target 95 % Imunisasi MR Pada 266.463 Anak Papua Barat

Oleh James Aisoki

02 August 2018 07:01 1243 VIew

''Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan''

Manokwari arfaknews.com - Pelaksanaan Imunisasi campak Measles dan Rubella  (MR) bakal dilaksanakan dari 1 - 31 Agustus 2018 dengan sasarannya 266.463 anak di Papua Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan, Rabu (1/08) mengungkapkan pelaksanaan Kegiatan kampanye imunisasi MR ini merujuk kepada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/45/2017 Tentang Pelaksanaan Kampanye dan introduksi imunisasi Measles Rubella di Indonesia, mengamanahkan untuk melaksanakan kegiatan kampanye MR pada anak usia 9 bulan sd 15 tahun.

"Pelaksanaan Kampanye Imunisasi Campak Measles dan Rubbella agustus 2018 diseluruh kabupaten / kota di Papua Barat, melaksanakan kegiatan Imunisasi MR dengan target minimal 95 % dari sasaran 266.463 anak". ucapnya.

Tujuan dari kegiatan ini, untuk memutus rantai penularan penyakit campak yang merupakan penyakit sangat mudah menular dan dapat menimbulkan wabah, sedangkan penyakit rubella dapat menyebabkan keguguran atau cacat bawaan (Congenital Rubella Syndrome) apabila menyerang wanita hamil di trimester I .

"Vaksin dipakai adalah vaksin Measles and Rubella Vaccine, produksi Serum Institute of india  PVT. LDT di impor PT BIO FARMA, telah dipakai saat pelaksanaan kampanye imunisasi MR di Pulai Jawa dan Bali pada Agustus dan September tahun 2017 lalu". bebernya.

Kaitan dengan Vaksin Halal atau Haram merupakan kewenangan Kementerian Kesehatan untuk berkordinasi dengan MUI untuk menanggapi Surat Majelis Ulama Indonesia.

"Kewenangan  menginformasikan apakah vaksin itu halal atau haram mutlak pada Majelis ulama Indonesia  (MUI), saat ini Kementrian kesehatan akan berkoordinasi dengan MUI Pusat untuk menanggapi surat MUI pusat nomor : B-904/DP-MUI/VII/2018 di tujukan kepada Menteri kesehatan tentang Vaksin MR ", Jelasnya

"Kegiatan kampanye imunisasi MR ini adalah kegiatan sangat mulia, bertujuan untuk melindungi anak anak kita dari penyakit berbahaya  dan pemenuhan atas hak anak untuk mendapatkan hidup sehat serta masa depan yang baik". Tutupnya.

Berita Terkait