Bupati Teluk Bintuni Sesali Sikap Ketua Dewan Adat Mbaham Bersifat Propokatif

Oleh Wawan

04 August 2018 07:01 387 VIew

''Bupati Teluk Bintuni bersama para Tokoh Adat ''

Bintuni Arfaknews.com - Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiuw didampingi , para Kepala Distrik tokoh adat Suku Irarutu, suku Sumuri berdomisili di wilayah Distrik, Farfurwar, Sumuri, Distrik Aroba, terkait polemik tapal batas antara Teluk Bintuni dan Fakfak, sangat menyesali penrnyataan dikeluarkan ketua dewan Adat Mabhan terkait polemik tapal batas.

Apa yang disampaikan Ketua Dewan adat suku Mbahan disalah satu media, beberpa waktu lalu, merupakan hal yang bersifat propokatif, sehingga dapat memecah  tali persaudaraan sudah dijalani sejak dulu kala, bahkan penyampian itu dapat menimbulkan pula keresahaan di tengah masyarakat, kata Petrus.

untuk menjaga kemungkinan terjadi Pemkab Teluk Bintuni telah menyamikan hal ini ke pihak keamanan dalam hal ini TNI-Polri untuk bersama-sama melakukan dan memasang areal tapal batas diinginkan masyarakat Adat, sehingga tidak ada Permasalahan lagi muncul dikemudian hari, pungkasnya.

Sebelumnya, Pemda Teluk Bintuni bakal mengirim surat instansi terkait terkait persolana Tapal batas wilayah kabupaten Fak fak dan kabupaten Teluk Bintuni.

Dalam beberap hari kedepan, Pemkab Teluk Bintuni bakal menurunkan utusannya, terutama dari marga-marga dan suku-suku berbatasan langsung dengan Kabupaten Fakfak, guna melakukan penyelesaian Polemik tapal batas wilayah adat suku Sumuri dan suku Irarutu yang berbatasan langsung dengan wilayah adat Mbaham matta berada di kabupaten Fakfak.

Berdasarkan hasil rekomendasi disepakati bersama antara Pemkab Teluk Bintuni dan Pemkab fakfak dalam pertemuan yang difasilitasi Pemprov Papua Barat, serta dihadiri utusan dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan TNI-Polri, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pemda Fakfak guna membahas perolan tapal batas.

Selaku orang nomor satu di teluk Bintuni melalui suku Sumuri, Irarutu mengajak Pemda Fakfak dan ketua dewan adat Mbaham matta untuk duduk bersama berdiskusi atau berdialog terkait dengan persoalan tapal batas. bakal di gelar (10/8) mendatang.  

Namun sebelumnya selaku Bupati Teluk Bintuni, akan mengirim surat secara resmi kepada Bupati Fakfak, Mohammad Uswanas, agar bersangkutan mengutus pejabat terkaitnya untuk ikut serta bersama kepala-kepala suku yang di perbatasan kedua wilayah, untuk bermusyawarah dilokasi antara Distrik Bomeraiy di kampung Onar Distrik Sumuri, sehingga musyawarah bakal dilaksanakan lseceptany, agar tidak ada lagi perselisihan tapal batas di kemudian hari, ujarnya

Selain itu pemda Teluk Bintuni, dalam persolan tapa batas kedua kabpaten ini, bakal mengundang Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB)) ikut serta dalam memfasilitasi pertemuan dari kedua keluarga besar Adat yang bersangkutan, terkait batas wilayah pemerintahan dan batas wilayah Adat. tutup Petrus kasihiuw.

Berita Terkait