Persolan Tapal Batas Bintuni- Fakfak Dapat Tanggapan Dari DAP Wilayah III Doberay

Oleh James Aisoki

04 August 2018 07:01 492 VIew

''Ketua DAP Wilayah III Doberay, Paulus F. Mayor''

Manokwari arfaknews.com –  menyikapi persolaan dan penyelesaian tapal Batas Tanah adat Suku Mbaham Matta (Fak-Fak) dan Suku Irarutu ( Teluk Bintuni) mendapat tanggapan dari Dewan Adata Papua (DAP) Wliayah III Doberai, untuk segera diselasaikan.

Ketua DAP Wilayah III Doberay, Paulus F. Mayor, mewakili para pimpinan Adat di Wilayah III Kepala Burung memberikan apresiasi kepada anak Adat, dalam hal ini Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiuw, atas kebijaksaannya mau mengembalikan penyelesaian sengketa tanah Adat sesuai mekanisme adat.

Tindakan dilakukannya patut diapresiasi, sebab dengan cepat mengambil sikap untuk sesegera mungkin duduk bersama dirumah adat untuk mnyelesaikan tapal batas Tanah Adat tersebut.

"Kami Para Pimpinan Adat di Wilayah III Doberay Kepala Burung mengapresiasi Kebijaksanaan dari anak adat kami Petrus Kasiuew merupakan Teluk Bintuni, untuk mengambil inisiatif penyelesaian tapal batas melalui musyawarah adat atau disebut tikar adat, guna penyelesaian tapal batas Tanah adat. antara Suku Mbaham Matta ( Fak-fak )dan Suku Irarutu  (Bintuni) ".kata Paul melalui Realisnya diterima media ini, Jumat (3/8). 

Menurutnya, Tindakan Ketua Dewan Adat Mbaham Matta harus dilihat dari tindakan penyelamatan dan perlindungan terhadap hak-hak adat mereka, karena itu para pimpinan adat dan Pemda Teluk Bintuni harus mengahargai hal itu.

"Pernyataan Pak Sirzet Gwas-gwas sebagai ketua dewan adat Mbaham Matta, kita harus melihatna itu sebagai bagian dari tindakan penyelamatan dan perlindungan beliau terhadap hak-hak adat mereka. semua pihak baik para kepala suku di bIntuni dan fakfak wajib memaklumi tindakan beliau". Ujar Paul.

Kami berpikir langkah diambil Sirzet selaku orang tua kita semua, agar semua pihak saling mengklaim tanah adat ini, agar duduk bersama dalam musyawara adat untuk menyelesaikan masalah tersebut, sesuai mekanisme adat kita.

“Kita semua keluarga dan kita semua anak adat yang menjaga keharmonisan kita sebagai manusia adat semenjak turun temurun, ungkapnya

DAP Wilayah III Domberay, sangat mendukung penuh musyawarah penyelesaian tapal batas Tanah adat yang rencananya akan digelar 10 Agustus 2018 mendatang di Teluk Bintuni, demi mendapatkan solusi terbaik bagi kedua bela pihak, ungkapnya

 

Berita Terkait