Dipa Teluk Bintuni Rp 43,8 Miliar, Namun Minim Sarana Pembangunan

Oleh Wawan

06 August 2018 07:01 544 VIew

''Kota Teluk Bintuni ketika terlihat dari Udara''

Bintuni arfaknews.com – Teluk Bintuni merupakan kota kaya akan sumber daya alam dan habitat, sehingga memiliki Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ( Dipa ) senilai Rp 43,8 Milair, hal ini merupakan pencapaian yang fantastik dibandingkan dengan daerah lainnya di Papua Barat.

Dengan Anggaran cukup fantastik tersebut, justru tidak sebanding dengan apa yang di perolehnya, belum terlihatnya pembangunan sarana dan prasarana secara nyata diprogramkan pemerintah daerah setempat, dalam hal ini Bapeda Teluk Bintuni untuk pembangunan fisik maupun non fisik.

Dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) berfungsi sebagai perumusan kebijakan tekhnis dalam lingkup perencanaan pembangunan daerah, serta sebagai penunjang pelayanan pemerintahan di daerah, dimana tugas pokok Bappeda sendiri, membantu Kepala Daerah dalam menentukan kebijakan dibidang perencanaan pembangunan daerah serta penilaian atas pelaksanaanya.

Hal ini terlontar dari mulut Irwan, salah satu warga Teluk Bintuni, kamis (2/8) pada arfaknews.com, mengatakan sebagai warga teluk bintuni sangat miris melihat minimnya sarana pembangunan di kabupaten ini, salah satunya pembangunan los pasar sayur berada di bagian belakang Pasar Sentral Teluk Bintuni,hingga saat ini masih mangkrak, ditambah dengan roda perekonomian sangat lemah, membuat nilai beli masyarakat menurun bahkan berkurang.

Warga pun berharap agar pemerintah daerah setempat  segera membangun sarana dan prasarana di inginkan warga, sehinggga dapat memulihkan kelesuan roda perekonomian di Teluk Bintuni, dimana kota  kaya akan sumber daya alam dan habitat ini, bisa menjadi daerah lebih maju di Papua Barat maupun daerah lainnya di seluruh Indonesia. ujarnya.

Selain itu pula, masih banyak sarana masih menjadi kendala di hadapi warga Teluk Bintuni, diantaranya listrik dan jalan, diman kondisnya saat ini belum memadai, terangnya.

Berita Terkait