Mahasiswa KKN Galakkan Manokwari Nol Sampah Melalui Sosialisasi

Oleh James Aisoki

08 August 2018 07:01 153 VIew

''Mahasiswa KKN STIE Maheisa bersama Warga Kampung Inggramui dan UKM Parmuka Unipa''

Manokwari arfaknews.com - Dalam mewujudkan Manokwari Nol sampah, Mahasiswa Kerja Kuliah Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mah-Eisa Manokwari, menggelar Sosialisasi Penanganan Sampah bersama Bank Sampah UKM Pramuka Unipa.

Ketua Kelompok V Angkatan XII KKN STIE Mah-Eisa, Davib Pasaribu, menjelaskan pelaksanan KKN dilaksanakan sejak 21 Juli dan berkahir 21 Agustus, diikuti 18 Mahasiswa dengan berbagai program kegiatan untuk menjalin kemitraan, salah satunya menghadirkan Bank Sampah UKM Pramuka Unipa  terkait manfaat ekonomi dalam pengelolaan sampah (plastik) diikuti sekitar 132 kepala keluarga terletak dikampung Inggramui.

“Kami hadirkankan Bank sampah UKM Pramuka Unipa, mengingatkat persoalan sampah di Manokwari sangat memprihatinkan sehingga menjadi tanggungjawab bersama sehingga dengan sosialisasi ini nantinya, manfaat ekonomi diperoleh dalam pengelolaan sampah (plastik), dapat diadopsi dan diteruskan sebagai salah satu peluang usaha maupun dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga khususnya di kampung Inggramui" Ucap David, Sabtu (4/8).

Senada dengan itu, Pembina UKM Pramuka Unipa, Yohanes Ada Lebang menjelaskan pentingnya pengelolaan sampah khususnya sampah plastik sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan saat ini, untuk menyikapi permasalahan sampah di Manokwari dalam kondisi “darurat sampah” dengan kerja keras pemerintah daerah dan semua elemen kelompok masyarakat sehingga secara bertahap persoalan sampah diupayakan agar segera terselesaikan.

Dikatakan manfaat ekonomi pengelolaan sampah (plastik) sebagai suatu peluang usaha menjanjikan dan menambah pendapatan keluarga, diharapkan semua warga masyarakat dapat terlibat langsung dalam kegiatan pengelolaan sampah berupa mengurangi jumlah saampah plastik maupun membatasi penggunaan plastik saat berbelanja serta mampu menciptakan keterampilan dalam melakukan proses daur ulang.

“Saat ini UKM Pramuka dengan dukungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari telah mampu membeli Plastik (kemasan dan botol, gelas, jirigen Rp. 2.000/kg dan kertas/karton seharga Rp.1.000 dari warga masyarakat, sehingga sangat membantu (UKM Pramuka) mendukung program pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup mengurangi Limbah Plastik menuju Manokwari Nol Sampah 2025, jika diikuti semua warga masyarakat tanpa terkecuali ,pasti sudah tidak terlihat lagi limbah plastik berhamburan dimana mana saat hujan turun.” kat Lebang

Semoga dengan kegiatan di kampung Inggramui dapat juga membentuk Bank Sampah dan dilanjutkan oleh kampung-kampung lain, dengan kesadaran warga akan pentingnya hidup dirumah sendiri dengan kondisi yang nyaman, bersih dan sehat untuk keberlangsungan generasi Papua yang cerdas, keterlibatan UKM Pramuka Unipa tetap berkomitmen mendukung program pemerintah dalam pengelolaan sampah khususnya limbah plastik dalam Pramuka membangun masyarakat.

Disisi lain Ketua Badan Musyawarah Kampung Ingramui, Hugo Warpur, memberikan apresiasi ke Mahasiswa KKN dan UKM Unipa, telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan sosialisasi penanganan Sampah dan dirinya berharap kegiatan ini diikuti semua warga kampung.

Dirinya masih baru dalam jabatan sebagai Ketua Bamuska, sehingga kedepanya akan mengadakan pertemuan bersama anggota untuk melihat kampung Inggramui dengan minimnya partispasi dan kehadiran warga dalam kegiatan disaat ini dan memohon maaf ke Mahasiswa KKN dan Narasumber dengan kondisi yang terjadi saat ini, ujarnya.

Berita Terkait