Tuntut Gaji, Kaca Kantor Bawaslu Papua Barat Di Rusak

Oleh James Aisoki

15 August 2018 07:01 492 VIew

''kondisi kantor Bawaslu Papua Barat usai dirusak''

Manokwari arfaknews.com -  Salah seorang staff kantor Kantor Bawaslu berinisial YK , mengamuk dan memecahkan sejumlah kaca kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua Barat, terletak di jalan Brawijaya, Rabu (15/8), sekitar pukul 10.00 Wit, lantaran gajinya belum di bayarkan.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dilokasi kejadian mengatakan aksi pengrusakan ini dilakukan lantaran diduga pelaku kesal, gaji yang dinantikan untuk memenuhi kebutuhan hidup direncanakan akan dibayar, ternyata belum bisa dibayarkan.

Mendengar nformasi tersebut. pelaku lalu mendatangi kantor Bawaslu Papua Barat untuk menanyakan gajinya, setibanya di kantor Bawaslu, gajinya pun belum bisa dibayarkan, berhubung bendahara tidak berada di tempat, namun atas petunjuk Ketua Bawaslu Papua Barat sedang dinas luar, menunggu untuk melakukan penyelesaian.

Atas informasi diterima, pelaku lalu kesal dan memecahakan kaca menggunakan benda tajam, sehingga hamper seluruh kaca dikantor bawasli di pecahkan akibat kekesalannya.

Usai melakukan aksi pengrusakan, pelaku kemudian meninggalkan kantor Bawaslu dan mengancam akan kembali melakukan aksi pengruskan, jika gajinya belum juga dibayarkan.

Akibat aksi pengrusakan kantor Bawaslu Papua Barat ini, aktivitas kantor menjadi terhenti, sejumlah staf hanya bertugas membersihkan sisa puing kaca yang dirusak.

Sementara Ketua Bawaslu Papua Barat, Marlenny Momot ketika hendak ditemui terkait aksi pengruskan ini, tidak berada ditempat sedang dinas luar.

Sedangkan aparat kepolisian dari Polres Manokwari, ketika dihubungi via ponsel meminta keterangan seputar aksi pengrusakan kantor Bawaslu Papua Barat, namun aparat keposlian belum bisa memberikan keterangan motif dari pelaku melakukan aksi pengruskan kantor Bawaslu Papua Barat.

Sedangkan untuk menjaga suasan tetap kondusif, sejumlah aparat kepolisian ditugaskan untuk melakukan penjagaan, untuk menjaga hal yang tidak di inginkan,

Berita Terkait