Kelangkaan BBM, Aktivitas Warga Teluk Bintuni Terancam Lumpuh

Oleh Wawan

11 September 2018 07:01 357 VIew

''Gambar Illustrasi salah satu depot Pertamina''

Bintuni arfak news.com - Kelangkaan BBM jenis solar maupun premium selama bebrapa hari telah menyelimuti Teluk Bintuni, diperkirakan kedepannya aktivitas warga Teluk Bintuni akan mengalami kelumpuhan.  

Sejumlah BBM sudah mulai lengkah dipasaran, mulai dari tingkat APMS hingga ketingkat agen BBM dan tingkat pengecer, stock BBM sudah mulai berkurang bahkan sudah kehabisan stock.

Salah satu pemilik APMS Teluk Bintuni, Haji Hamid, ketika ditemui arfak news Senin (10/9) mengatakan selaku pelaksana tugas sekaligus pemilik APMS terletak di jalan Raya Bintuni, tepatnya di SP 4, Kampung Banjar Asoy, mengungkapkan penyebab kelangkaan BBM terjadi di Teluk bintuni, akibat terlambatnya pengiriman Stock BBM melalui kapal laut ke Teluk Bintuni, lantaran ada pelarangan dari pihak Sahbandar Pelabuhan Perikanan Sorong, tempat biasanya merupakan lokasi muatan BBM untuk disalurkan ke daerah-daerah seperti halnya Teluk Bintuni

Akibat adanya pelarangan dari pihak Sabandar pelabuhan perikanan sorong, sehingga Stock BBM di Teluk Bintuni, disinyalir diperkirakan bakal mengalami kalangkaan selama satu minggu kedepan, dimana  Stock BBM bakal mengalami kekosongan di Teluk Bintuni.

Pihaknya berharap agar ada kerjasama antara dinas terkait dalam hal ini Prindakop teluk Bintuni, agar dapat memantau harga BBM dipasaran yang mulai menglami kelangkaan.

Disayangkan pula adanya oknum pengecer nakal mencoba memanfaatkan situasi kelanglaan BBM ini dengan menaikkan tarif dari harga semula Rp 15.000 perliter, kini di jual dengan harga Rp 20.000 perliter, akibat kelangkaan BBM, kata Hamid.

Diharapkan semua persoalan kelangkaan BBM ini agar dapat cepat teratasi sehingga tidak menibulkan keresahan ditengah masyarakat.

Sedangkan untuk stok BBM jenis pertlite, solar dan premium, kini sudah berkurang bahkanstocknya kosong,  semntara pihaknya masih memiliki sisa 7 ton BBM jenis pertalate, dimana stck BBM ini bakal habis dalam sehari, tegasnya.

Dijelaskan untuk Stock BBM di Teluk Bintuni dari tahun 2017, kuota diberikan hanya 300 Ton/bulan, sedangkan jumlah kendaraan semakin hari tentunya semakin bertambah.

Pihaknya juga memintak maaf ke seluruh masyarakat  teluk Bintuni atas keterlambatan pasokan BBM, hingga mengakibatkan kelangkaan BBM di pasaram sehingg menjadi keresahan di tengah masyarakat. tegas Hamid.

Berita Terkait