Kebutuhan Parkiran Bandara Belum Begitu Mendesak Dibanding Kondisi Jalan

Oleh redaksi arfaknews

12 September 2018 07:01 1088 VIew

''tokoh Masyarakat Arfak, Daud Indou''

Manokwari arfaknews.com – Hampir setiap hari di kota Manokwari banyak nyawa melayang sia-sia di jalan lantaran terlibat berbagai macam kecelakaan lalulintas di jalan, hal ini disebakan selain pengendara kurang berhati-hati dalam mengendari kendaraanya, ditambah pula kondisi kendaraan di jalan sudah mulai padat.

Berdasarkan data, kurang lebih empat nyawa sudah menghilang di jalan akibat kecelakaan lalulintas dan belasan warga mengalami luka ringan maupun berat, akibat terlibat kecelakaan.

hal ini didasarai kurang disiplinnya pengendara dalam mematuhi lalulintas, ditambah pula volume kendaraan di kota manokwari semakin meningkat, namun tidak dibaerengi dengan kondisi jalan yang tidak bertambah, bahkan di perlebar.

Selain kecelakaan lalulintas, kemacetan pun sudah tidak bisa terhindari lagi, dimana dalam jam kerja, sepanjang ruas jalan  Pahlawan, Yos sudarso, Trikora dan Drs Essau Sesa (Jalan Baru), jalan bandara rendani,  hingga ke arfai, sering mengalami kemacetatan lalulintas, akibata ruas jalan tidak bisa lagi menampung volume kendaraan semakin bertambah.

Pemerintah Daerah Manokwari, harus lebih jeli memikirkan bagaimana cara membuka jalan baru atau melebarkan jalan, dibandingkan memikirkan bagaiman caranya menggusur rumah warga dibanadara Rendani, untuk dijadikan lahan parkir kendaraan  penumpang maupun  parkiran para tamu.

Tokoh Masyarakat Arfak, Daud Indou, Selasa (11/9) mengatakan  menyoroti tajam keinginan Pemda melakukan penggusuran lahan di Bandara Rendani, dimana  kebutuhan parkir penumpangan dan tamu pemerintah di Bandara Rendani, belum begitu mendesak dibandingkan Kondisi jalan saat ini,

Seharusnya pemerintah lebih mementingkan kehidupan orang banyak sebagai pengguna jalan, dibandingak kehidupan beberapa orang mendiami lahan di bBandara Rendani yang akan tekena dampak penggusuran nantinya, tegasnya.

   

Berita Terkait