Penggusuran Rumah Warga Di Manokwari Diwarnai Kericuhan

Oleh Putra Aryanto

12 September 2018 07:01 1128 VIew

''kericuhan terjadi ketika petugas hendak mengosongkan rumah warga ''

Manokwari arfaknews - Penggusuran rumah warga dilakukan aparat Gabungan dari Sabhara dan Brimob Polda Papua Barat, Polres Manokwari dan satpol PP Pemda Manokwari, terletak di jalan Rendani, tepatnya depan Bandara Rendani, Rabu (12/9) diwarnai kericuhan.

Kericuhan pecah ketika ratusan petugas gabungan hendak melakukan eksekusi disalah satu rumah warga menolak untuk digusur, dimana warga menghalangi petugas Kepolisian dan Satpol PP untuk membuka paksa pintu slaha satu rumah warga.

Meski dihalangi warga, eksekusi dan pengosongan rumah pun tetap dilakukan petugas keamanan, hingga petugas terpaksa mendobrak pintu utama rumah bakal digusur, meski sejumlah warga sempat berteriak histeris ketika pintu akan di dobrak petugas.

Selain itu, salah seorang ibu bersama anakanya, sempat menghalangi alat berat yang hendak mengusur rumahnya, lantaran operator alat berat sempat merusak tempat jualannya, sehingga ibu ini pun menuntut ganti rugi.  

Kesedihan pun tercermin dari wajah warga, meski rumah yang telah mereka tempat berpuluh tahun harus roboh seketika oleh alat berat.

Pemerintah Daerah (Pemda) Manokwari, mengklaim rumah mereka tempati, telah berada di atas tanah pemerintah, sehingga pemerintah terpaksa membongkar paksa rumah warga yang berada di atas tanah tersebut.

Sebelum alat berat merobohkan bangunan warga, terlebih dulu petugas Satpol PP mengosongkan seluruh perabotan dalam rumah warga.

Sementara pemerintah telah memberikan batas waktu selama satu minggu, untuk mengosongkan rumah mereka, kalau tidak mau dirobohkan secara paksa.

Warga korban penggusuran, Frengki Mabrasar mengatakan, setelah rumah meraka digusur, mereka tidak tau harus tinggal dimana, sehingga berharap ke Pemerintah Daerah, pemerintah Propinsi Papua Barat, maupun pemerintah pusat, agar memperhatikan hak mereka sebagai manusia, ujarnya

Sedikitnya ada 8 rumah warga yang bakal di gusur, untuk menjamin proses penggusuran aman dan lancar, puluhan personil aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP dilibatkan dalam penggusuran paksa ini.

Sementara tanah pemerintah warga dirikan bangunan diatasnya, kedepannya bakal digunakan untuk pelebaran lahan parkir Bandara Rendani, agar bisa menampung parkiran kendaraan.    

Penolakan penggusuran warga didasari, belum adanya surat dari pengadilan terkait penggusuran meski warga telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Manokwari soal lahan tersebut, sehingga dalam eksekusi warga mempertanyakan surat pengadilan.

Kapolres Manokwari AKPB Adam Erwindi, mengatakan pengosongan 8 rumah ini, guna mendukung program Pemerintah Kabupaten Manokwari.

Pihaknya hanya membeckup Satpol PP dalam menjalankan tugasnya serta membantu program pemerintah Kabupaten Manokwari untuk memgembangkan kawasan Bandar Udara Rendani Manokwari, ujarnya

Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, mengungkapkan pengosongan rumah dan penggusuran ini telah sesuai dengan prosedur,

Mau tidak mau harus dilakukan penggusuran, guna pembangunan area kawasan bandar udara manokwari dapat berjalan maksimal.

Penggusuran ini telah sesuai prosedur, sehingga masyarakat harap memahami hal itu dilakukan guna percepatan pembangunan kawasan bandar udara rendani manokwari, jelasnya.

Berita Terkait