Pasca Digusur, Warga Rendani Tidur Di Jalan Beralas Terpal Beratap Langit

Oleh Redaksi arfaknews

13 September 2018 07:01 2405 VIew

''Suasana warga korban penggusuran berada diatas bahu jalan yang beralaskan terpal dan beratapkan langit ''

Manokwari arfaknews – Pasca penggusuran delapan rumah di Rendani Manokwari Rabu (12/9), sejumlah warga yang menjadi korban penggusuran terpaksa tidur di jalan beralaskan terpal dan beratapkan langit.

Warga terpaksa tidur di jalan, lantaran mereka sudah tidak memiliki tempat untuk berteduh dari panas dan dingin, lantaran pemerintah merobohkan rumah yang mereka tempati berpuluh tahun lamanya, hanya sekejap rata dengan tanah menggunakan alat berat.

Mereka mengambil sebagian bahu jalan untuk mereka tempati tidur, dimana mereka lakukan bukan sebagai bentuk protes, namun sebagai bentuk kesedihan dialami warga yang tinggal sudah berpuluh tahun lamanya hidup diatas tanah tersebut.

Salah Satu korban penggusuran, Nicko Manufandu, ketika di temui arfak news, Kamis (14/9) mengatakan warga terpaksa tidur di jalan beratapkan langit, sebab sudah tidak ada lagi tempat untuk berteduh, akibat rumah yang mereka tempati dari turun temurun rata dengan tanah.

Bersama warga tidak mau bergeser sekalipun, sebab tanah dan rumah yang mereka tempati turun temurun ini sebelum Indonesia merdeka dan Papua bergabung di dalam pangkuan NKRI, mereka sudah tinggal dan sudah menyatu dengan alam yang ada.

Untuk tinggal dan tidur di jalan beralaskan terpal dan beratapkan langit, belum ada batasan waktu sampai kapan mereka akan bertahan tinggal, sebab beranggapan jika mereka tinggalkan orang tua maupun nenek moyang mereka bakal sedih jika meninggalkan lokasi ini, lantaran nenek moyang mereka hidup dan mati di rumah tersebut. jelasnya.

Mereka pun menuturkan, jika rumah dulunya mereka tempati dan sekarang sudah rata dengan tanah, merupakan rumah warisan orang belanda berikan, sehingga rumah tersebut memiliki nilai sejarah cukup tinggi. ungkapnya.

Berita Terkait