Dua Balita Dan Warga Rendani Lanjut Usia, Sakit Dan Shock

Oleh Redaksi arfaknews

14 September 2018 07:01 1682 VIew

''Kondisi warga pasca penggusuran delapan rumah, sangat rentang wabah penyakit''

Manokwari arfaknews – Sejumlah warga Rendani yang masih bertahan, pasca rumah mereka tergusur dan di robohkan alat berat, Rabu (12/9) kemarin, sudah mulai terserang penyakit dan gangguan psikologi cukup tinggi.

Balita terserang penyakit, lantaran ikut tidur di atas bahu jalan area terbuka, dimana dua balita tersebut mengalami panas tinggi dimalam hari, lantaran orang tuanya mencoba mencari tempat untuk berlindung.

Orang tua anak pun terpaksa menggendong anaknya yang mengalami panas tinggi, akibat si balita ini tidak lagi memiliki rumah tempat dimana mereka berteduh, sebab warga tidak bisa berbuat apa-apa, lantaran tempat mereka melindungi anggota keluarganya, sudah tidak ada dan semua roboh, rata dengan tanah hanya dalam hitungan jam, kata, Nicko Manufandu, merupakan yang terne adampak penggusuran, ketika di temui awak media.

Dikatakan pula, selain dua anak mengalami demam tinggi, dua orang tua lanjut usia mengalami shock akibat tekanan psikologi, ketika rumah yang mereka tempati berpuluh tahun, tiba- tiba ambruk didepan matanya hanya dengan hitungan jam, langsung rata dengan tanah.

Sementara dua orang lanjut usia ini, warga terpakas membawanya ke sanak saudaranya untuk tinggal sementara, hingga menunggu pemulihan tekanan psikologi dialmi warga lanjut usia tersebut.

Meski warga lainnya sangat rentang terserang penyakit, namun mereka tetap memilih bertahan dilokasi, sebab kenangan yang tersimpan selama berpuluh tahun mereka tinggal sebelum rumah mereka dirobohkan, masih tersimpan dalam lubuk hati meraka yang dalam.

Warga pun belum bisa melepas kenangan masa lalu, walaupun suka dan duka selama tingga dirumah telah mereka lalui sebelum rumah mereka di robohkan, tegasnya.

Berita Terkait