Hoax dan Tertib Media Masuk Inti Bahasan Forum Komunikasi Pers

Oleh Putra Aryanto

18 September 2018 10:10 1986 VIew

''Kegiatan Forum Komunikasi Pers, Tertib Administrasi dan Menolak Hoax Menjadi Pembahasan Penting. Foto:Putra Aryanto (arfaknews.com)''

Manokwari, arfaknews.com - Membangun komunikasi, kerjsama dalam pemberitaan bagi publik, termasuk menyamakan persepsi informasi yang positif dan edukatif, merupakan tujuan Forum Komunikasi Pers Papua Barat.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda Papua Barat, Drs. Yohanes Nauw, usai pembukaan kegiatan Forum Komunikasi Pers, Selasa (18/9) di Manokwari.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya untuk menjamin kebebasan informasi kepada publik sesuai aturan.

Forum Komunikasi Pers Papua Barat, melibatkan 65 perserta, 35 orang diantara merupakan wartawan cetak/elektronik, ssisanya berasal dari staf Biro Humas dan Protokoler.

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, mengaku peran pers tidak dapat dipisahkan dengan kerja birokrat, terutama untuk membantu menyebar informasi kepada masyarakat.

“Saat ini banyak informasi hoax atau bohong, sementara jumlah media pun meningkat. Bagaimana caranya agar tujuan dan harapan untuk menangkal hoax ini. Salah satunya melalui kerjasama yang baik antara pemerintah dan pers,” ujar gubernur melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Otsus, Roberth Rumbekwan, Sh, MH.

Harapannya, kemitraan pers dan pemerintah tetap berjalan baik, terutama saling memberi masukan dan saran demi memberi informasi yang akurat bagi publik. Disisi lain, pers atau media juga diingatkan agar sudah memiliki badan hukum yang legal.

Kegiatan Forum komunikasi Pers Tahun 2018, mengambil tema ‘Tertib media dan tolak berita hoax menuju pers yang profesional dalam rangka penyebaran informasi pembangunan di Papua Barat’.

Kegiatan ini ikut dihadiri Yisep Adi Prasetyo, Ketua Dewan Pers Indonesia, dengan materi kebebasan pers dan syarat media. Hadir pula Rizky Amelia, Kasie Penerapan Literasi Digital, Ditjen Aptika Kemenkominfo dengan materi UUD ITE dan Tolak informasi Hoax.

Sebelumnya, kegiatan forum sudah menggelar kegiatan di Jogyakarta Tahun 2016 serta Sorong dan Jayapura Tahun 2017, dengan melibatkan sejumlah wartawan cetak dan elektronik.


Berita Terkait