Ketua I DAP Titip Sejumlah Pesan untuk DAP III Doberay

Oleh Charles Maniani

24 September 2018 07:01 255 VIew

''Ketua I Dewan Adat Papua, Welem Zaman Bonay, S.Sos, bersama Ketua DAP Wilayah III Doberay, Jhon Warijo.''

Manokwari, arfaknews.com – Ketua I Dewan Adat Papua, Welem Zaman Bonay, S.Sos, mengatakan penataan pembentukan Dewan Adat sangat penting pada sejumlah daerah khususnya daerah pemekaran dalam Wilayah III Doberay

Menurutnya, tak hanya soal kelembagaan adat namun sejumlah hal fundamental juga harus diperhatikan karena sangat penting.

“Ada beberapa hal mendasar yang harus diperhatikan serius, seperti tingginya urbanisasi dan transmigrasi dari luar Papua,” tegasnya usai penutupan Konferensi Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay, Sabtu (22/9) di Manokwari.

Menurutnya, pemerintah daerah harus berupaya mengatur sebuah regulasi, mengingat perkembangan arus urbanisasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, masalah perusahaan yang beroperasi di wilayah adat, yang tidak melibatkan masyarakat sebagai pemilik ulayat.

“Banyak hal penting lain yang juga harus menjadi perhatian, juga termasuk hak hidup dalam bidang pendidikan dan kesehatan orang asli Papua. Ini masuk hal fundamental bagi kita semua,” tegasnya.

Konferensi DAP Wilayah III Doberay, berhasil menetapkan Jhon Warijo sebagai ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay. Dengan penetapan tersebut, DAP Wilayah III Doberay juga akan menata kelembagaan.

“Para kepala suku dan dewan-dewan adat suku di wilayah ini, menetapkan Jhon Warijo melanjutkan kepemimpinan sebagai ketua DAP wilayah III. Nanti akan dilakukan penguatan kelembagaan di tingkat suku dan daerah, kemudian melaksanakan forum mengisi secara demokratis kepengurusan dewan adat di wilayah Doberai,” papar Welem sembari menambahkan akan digelar pleno sidang tahunan yang secara demokratis akan mengisi struktur kepengurusan.

Ia juga sepakat dengan usulan masyarakat terkait donasi 10 persen dana Otsus untuk penguatan dan penataan lembaga adat, termasuk mengurus berbagai masalah yang terjadi dalam masyarakat adat.

 

 

 

Berita Terkait